Makan dan Banyak Istirahat, Obat Ampuh Pasien dalam Pengawasan Covid-19

Makan dan Banyak Istirahat, Obat Ampuh Pasien dalam Pengawasan Covid-19
PERISTIWA | 4 Maret 2020 18:59 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) mengonfirmasi telah merawat 10 pasien rujukan sejak 3 Maret. Kesepuluh pasien itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP).

Dokter paru-paru RSUPP Prasenohadi mengatakan tidak ada pemberian obat apapun terhadap PDP. Sebab, kata Praseno, hingga saat ini belum ada obat khusus untuk virus Corona. Adapun obat yang diberikan dokter tergantung dari gejala pasien.

"Tidak ada (pemberian obat), kecuali ada kelainan. Misalnya kena influenza, ada obatnya enggak antivirus? Enggak ada kan, jadi obatnya disuruh makan, istirahat. Makanya kenapa dipantaunya dua minggu, karena memang masa inkubasinya dua minggu," kata Praseno, Rabu (4/3).

Dia menuturkan, jika selama proses pengawasan pasien negatif Corona, rumah sakit akan memindahkan ruangan pasien dari ruang isolasi ke ruang rawat inap. Namun, jika keadaan memburuk, perlu ada pemeriksaan lebih lanjut sumber utama yang menyebabkan kondisi pasien menurun.

"Kalau dia ada gejala demam, (demamnya) harus diobati," tandasnya.

Baca Selanjutnya: Gejala Umum Corona...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami