MAKI: Andi Irfan Buang HP ke Laut Hilangkan Bukti Percakapan dengan Djoko Tjandra

MAKI: Andi Irfan Buang HP ke Laut Hilangkan Bukti Percakapan dengan Djoko Tjandra
PERISTIWA » MAKASSAR | 22 September 2020 11:40 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku, telah mendapatkan informasi jika Andi Irfan Jaya (AIJ) telah membuang ponselnya. Ia membuangnya di Laut Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Berdasar informasi, AIJ telah membuang handphone yang dimilikinya dan dipakai pada bulan November 2019 hingga Agustus 2020 berupa HP merek iPhone 8 yang diduga telah dibuang di laut Losari, waktu pembuangan HP diduga sekitar bulan Juli-Agustus 2020," kata Boyamin dalam keterangannya, Selasa (22/9).

Menurutnya, HP yang telah dibuang oleh Andi Irfan tersebut diduga untuk menghilangkan barang bukti karena diduga berisi percakapan antara dirinya dengan Djoko Soegiarto Tjandra (DST) terkait pengurusan Fatwa Mahkamah Agung (MA).

"HP tersebut diduga berisi percakapan AIJ dengan PSM dan DST terkait rencana permohonan Fatwa perkara DST dan diduga berisi action plane pengurusan Fatwa beserta upah jika berhasil mengurus Fatwa," ujarnya.

"Bahwa dugaan pembuangan HP iPhone 8 milik AIJ tersebut adalah diduga dengan maksud untuk menghilangkan jejak pembicaraan dan kegiatan pengurusan Fatwa DST dengan pihak-pihak terkait (diduga termasuk tokoh politisi), sehingga dengan demikian patut diduga telah menghilangkan barang bukti," sambungnya.

Dengan adanya hal tersebut, MAKI meminta agar Kejaksaan Agung menetapkan AIJ sebagai tersangka atas dugaan menghalangi penyidikan.

"Bahwa atas dasar dugaan penghilangan barang bukti tersebut diatas, maka Kami meminta kepada Penyidik Jampidsus Kejagung untuk segera menetapkan Tersangka atas AIJ dengan dugaan perbuatan pidana Menghalangi Penyidikan sebagaimana dirumuskan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 221 KUHP," ungkapnya.

Penetapan tersangka terhadap AIJ itu ia ajukan atau disampaikan kepada Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) melalui sarana elektronik.

"Hari ini Selasa tanggal 22 September, Kami telah mengajukan permintaan penetapan Tersangka atas AIJ dugaan tindak pidana menghalangi penyidikan atas pembuangan HP milik AIJ," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Urus Fatwa MA...

Halaman

(mdk/eko)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami