MAKI Serahkan Data Aset Buron Nurhadi ke KPK

MAKI Serahkan Data Aset Buron Nurhadi ke KPK
PERISTIWA | 21 Februari 2020 18:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman melaporkan sejumlah harta dan aset diduga milik tersangka kasus korupsi dan suap perkara di Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Boyamin mengaku laporan aset ini didapatnya dari seorang informan rahasia yang dipertanggungjawabkan validasinya.

"Saya serahkan aset diduga milik Nurhadi atau menantunya Rezki. Info ini saya dapatkan dari sayembara yang saya buka sejak ahad kemarin," ujar Boyamin di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/2).

Aset mantan Sekretaris MA yang dilaporkan Boyamin itu berupa rumah mewah di kawasan elite Jakarta, apartemen, dan vila di kawasan Dago, Bandung. Selain itu, informan yang dirahasiakan identitasnya ini juga mengabarkan secara rutin kepada Boyamin terkait sejumlah mobil mewah dan motor gede yang diyakini milik sang buronan KPK tersebut.

"Informan mengatakan pernah melihat mobil ferrari, Mustang, moge lawas di vila yang ada di Bandung. Lengkap semua ada fotonya, rumahnya juga di Patal Senayan dan Hanglekir ada alamatnya," ujar Boyamin.

Keyakinan Boyamin akan aset dimiliki Nurhadi ini dipercaya dapat membantu KPK dalam menemukan buronan. Caranya, KPK tinggal mengendus sejumlah titik yang telah diberikan informan rahasianya tersebut.

"Ini juga saya sudah cek (info valid), tapi bukan berarti Nurhadi ada di situ tapi setidaknya ada jejaknya di sana. Ada kontraktor bangunan di salah satu rumahnya, namanya inisial BS saya juga sudah, dan bank yang biayai itu juga sudah diketahui, ada showroom juga di Surabaya, ini infonya yang saya serahkan ke KPK," kata Boyamin.

Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) akan menyerahkan data nama pemborong aset-aset mantan Sekretaris MA, Nurhadi. Nurhadi yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi saya ke Malaysia ini mendapatkan data berkaitan dengan Nurhadi yang buronan KPK, yakni terdapat seorang pemborong yang mengerjakan keseluruhan berkaitan dengan aset Nurhadi," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman dikutip dari Antara, Kamis (20/2).

Dia mengatakan aset-aset tersebut baik berupa vila, apartemen distrik 8 Sudirman Center Business District (SCBD) di Jalan Senopati Senayan kemudian rumah baru di Jalan Patal Senayan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Gambar rumahnya di Patal Senayan, fotonya saya dapatkan di sini. Pemborongnya namanya BS, ada nomor handphone dan alamat rumahnya di Pasar Minggu. Saya pulang besok dan akan saya serahkan ke KPK," katanya.

Dia berharap dengan penyerahan data tersebut KPK tinggal menyisir dan menggeledah tempat-tempat tersebut paling tidak kalau tidak bertemu orangnya akan bertemu jejaknya.

"Kedatangan saya ke Malaysia ini sangat berharga mendapatkan data-data tersebut. Nanti akan ketahuan dia membangun rumah di Patal Senayan itu habis berapa. Nanti saya berharap KPK mengenakan pencucian uang karena bagaimanapun seorang PNS MA walaupun eselonnya agak tinggi tetapi hartanya tidak sebanding," katanya.

Dia mengatakan pemborongnya hanya satu sehingga diharapkan bisa membantu melacak asetnya yang secara otomatis akan bisa melacak orangnya.

"Yang kedua hadiah iPhone 11 saya juga untuk Harun Masiku tetapi memang agak sulit karena memang profilnya tidak elite juga tidak kaya, ketika jadi pengacara juga tidak banyak kliennya yang diurusi. Namun saya menyayangkan pernyataan Menkum HAM yang menyatakan dia kehilangan melacaknya sepulang dari Singapura, padahal KPK mengetahui ada di sekitar PTIK esok harinya," katanya.

Boyamin mengatakan hadiah iPhone 11 tersebut merupakan "trigger" bagi masyarakat untuk menangkap dua buronan tersebut.

"Jadi saya ke KPK nanti untuk memberikan data dan iPhone 11 biar KPK nanti melakukan validasi dan verifikasi. Termasuk data-data informan saya, juga saya berikan ke KPK. Jangan sampai ada orang mengaku-aku sedangkan jatah saya hanya satu," katanya.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Nurhadi sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai Rp46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Diketahui Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. Ketiga tersangka kini menjadi buron.

Reporter: Muhammad Radityo Priyasmono (mdk/gil)

Baca juga:
Boyamin Pamer 2 iPhone Buat yang Mengetahui Keberadaan Buron KPK Nurhadi
Dua iPhone 11 untuk Pemenang Sayembara Mencari 2 Buronan KPK
Menelusuri Jejak Nurhadi di Rumah Mewah Patal Senayan
MAKI Ngaku Punya Data Aset Nurhadi, Segera Diserahkan ke KPK
Soal Keberadaan Nurhadi, Info MAKI atau Haris Azhar yang Bakal Terbukti?
Soal Info Nurhadi di Apartemen & Vila, Pimpinan KPK Sebut Hanya Penyidik yang Tahu
KPK & Pencarian Buron Korupsi yang Tak juga Tertangkap

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami