Maling di Samarinda embat 800 meter kabel Telkom buat dijual ke Pulau Jawa

PERISTIWA | 4 Mei 2018 02:03 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Pencurian intalasi kabel udara milik PT Telkom Indonesia (Persero), marak terjadi dalam sebulan terakhir ini. Polisi mencatat, ada 7 kali aksi pencurian, dengan barang bukti tidak kurang 800 meter kabel Telkom. Tujuh tersangka dijebloskan ke penjara.

Meski berlainan kelompok, rata-rata pencuri kabel Telkom melakukan aksinya secara berkelompok, tersebar di berbagai lokasi di Samarinda. Namun polisi gerak cepat, berhasil meringkus para pelaku.

"Kabel Telkom yang dicuri di Samarinda ini, dikirim ke luar Kaltim. Rata-rata mereka melakukannya malam hari, secara berkelompok," kata Wakil Kapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono, dalam penjelasan resmi dia di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Kamis (3/5) sore.

Polresta Samarinda melansir, ada 7 Laporan Polisi (LP) yang ditangani Satuan Reskrim. Dari 7 tersangka yang ditangkap, polisi menyita barang bukti kurang lebih 810 meter kabel hasil curian.

"Kejadiannya ada di kawasan utara Samarinda dan di Jalan Pemuda. Kabel yang dicuri itu diantaranya adalah kabel saluran telepon," ujar Dedi.

Wakasat Reskrim Polresta Samarinda AKP Ida Bagus Kade menambahkan, sejauh ini memang pencuri mengincar tembaga di dalam pembungkus kabel, untuk dijual.

"Mereka (para penadah) ini ada di luar Kaltim. Jadi, setelah curi kabel, dikirim ke Jawa, dan dapat uang setelah dijual," kata Bagus Kade.

Jenis kabel yang dicuri selain kabel udara yang terpasang antar tiang, juga kabel fibee optik. Kesemua barang bukti, sepanjang 810 meter kabel curian, diamankan di Mapolresta Samarinda. Berikut dengan senjata tajam pisau dan badik yang digunakan untuk memotong kabel.

Ditanya soal harga jual tembaga kuningan di dalam kabel, salah satu pelaku pencurian mengaku menjual dengan haega Rp 60.000. "Kabel sepanjang 5 meter misalnya, beratnya (tembaga) bisa 2-3 kilogram. Satu kilogram Rp 60.000," kata salah seorang tersangka pencuri kabel Telkom.

Baca juga:
Residivis pembobol toko ditembak usai gondol 42 handphone di Mall Balekota Tangerang
Terlibat pencurian motor, seorang PNS di Lahat diciduk polisi
Kakak beradik curi 30 handphone usai membobol toko di Jembrana
Demi rayakan 3 bulanan pacaran, Taufik maling puluhan coklat di mal
Menhub & keluarga korban perampokan kecewa pihak Grab tak tanggapi laporan

(mdk/rhm)