Malu Terima PKH, 300 Keluarga Undur Diri

PERISTIWA | 18 Juli 2019 21:02 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Setidaknya 300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menyatakan mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jateng.

Mereka mundur karena malu rumahnya dipasangi label bertuliskan 'Keluarga Miskin atau Sangat Miskin Penerima Bantuan BPPNT-PKH. YAA ALLAH Sejahterakanlah saudara kami yang miskin ini. Tapi apabila mereka berpura pura miskin Maka Azabmu sangatlah Pedih'.

"Ada 300 warga mundur dari program keluarga harapan dari Pemerintah. Semuanya ada di 12 desa kecamatan desa Lebaksiu, alasan mundur karena malu rumahnya dilabeli tulisan keluarga miskin," kata Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Lebaksiu, Heri Budianto, Kamis (18/8).

Dia menyebut sebelumnya telah melakukan sosialisasi mengenai wacana penyemprotan label 'Keluarga Miskin' di dinding depan rumah penerima bantuan PKH. Informasi yang dihimpun ada sekitar 3558 penerima manfaat dari pemerintah.

Meski berkurang 300 KPM karena malu dilabeli keluarga miskin, dia menyebut, penyemprotan label di rumah penerima program itu tetap bertambah.

"Bertambah yang mengundurkan diri, tapi masih kita pantau. Karena data dilapangan bisa berubah. Prinsipnya kita akan sosialisasi terus kepada warga," jelasnya.

Heri Budianto menjelaskan dari informasi warga para penerima BPNT-PKH mengaku malu jika disebut sebagai penduduk miskin.

"Rumahnya sudah bagus-bagus, sudah mampu. Sehingga malu kalau dinyatakan miskin. Karena kondisi perekonomian mereka sudah berubah," tutup Heri Budianto.

Baca juga:
Menko Darmin: Lebih Mudah Turunkan Kemiskinan Dibanding Ketimpangan Kaya - Miskin
5 Potret Kemiskinan Indonesia Terbaru yang Buat Presiden Jokowi Khawatir
Bos BPS: Kategori Miskin Kalau Pendapatannya di Bawah Rp1,99 Juta
Presiden Jokowi Fokuskan Pagu RAPBN 2020 untuk Program Prioritas Pada Visi Indonesia
Ketimpangan Kaya dan Miskin Indonesia Turun Tipis Maret 2019
Faktor Turunnya Tingkat Kemiskinan RI di Maret 2019 Jadi 25,14 Juta Orang

(mdk/fik)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com