Manajemen Seventeen Dipalak Rp19,3 Juta untuk Pengurusan Lima Jenazah Korban Tsunami

PERISTIWA | 6 Agustus 2019 16:05 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Kasus pungutan liar (Pungli) pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Serang.

Dalam sidang lanjutan yang digelar Selasa (6/8), saksi dari korban grup band Seventeen menuturkan, Pihak Rumah Sakit dr Drajat Prawiranagara (RSDP) Serang meminta Rp19,3 juta untuk pengurusan lima jenazah. Mulai dari kru, personel dan keluarga seventeen.

Pihak manajemen memberikan Rp8,8 juta untuk biaya pengurusan pemulasaraan dan formalin tiga jenazah. Yakni bassis seventeen Muhammad Awal Purbani, manajer Oki Wijaya dan kru Rukmana Rustam.

Kemudian, sebesar Rp7,3 juta untuk biaya pengurusan jenazah istri Ifan Seventeen, Dylan Sahara dan sebesar Rp3,2 juta untuk pengurusan jenazah Windu Andi Darmawan drummer seventeen.

"Saya ketemu fatullah (terdakwa) saat bertanya ada beliau. Dijelaskan prosesnya dan dijelaskan biaya-biayanya," kata manajer grup band seventeen Herman Andrew Bong.

Dikatakan Herman, berdasarkan penjelasan pihak RS perbedaan biaya pengurusan dari lima jenazah tersebut lantaran berdasarkan perbedaan kondisi jenazah.

"Diarahkan ke ruangan, dijelaskan rincian biaya, kita oke tandatangan lalu saudara Fathullah beri kuitansi di bayar ke beliau cash," katanya.

Baca juga:
Uang Pungli Rp46 Juta dari Korban Tsunami Dibagi ke Pegawai Forensik RSDP Serang
Petugas RSDP Serang Mengaku Tak Tahu Penanganan Korban Tsunami Tak Dipungut Biaya
Terdakwa Pungli Korban Tsunami Selat Sunda juga 'Sunat' Honor Pemandi Jenazah
Pemkab Sebut Dana Bantuan Korban Tsunami Banten Capai Rp 5,6 M,
Polisi Limpahkan Berkas Tersangka Pungli Bantuan Tsunami ke Kejati Banten
Keceriaan Anak-Anak Korban Tsunami Banten Berwisata di Ancol

(mdk/noe)