Mandi dan Makan Ternyata Bisa Bantu Hilangkan Efek Radiasi Radioaktif

Mandi dan Makan Ternyata Bisa Bantu Hilangkan Efek Radiasi Radioaktif
PERISTIWA | 19 Februari 2020 03:04 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Praktisi kesehatan menyebutkan mandi dengan air mengalir serta banyak makan dan minum bisa membantu menghilangkan paparan radiasi nuklir pada tubuh. Kasus paparan radiasi zat radioaktif baru-baru ini membuat geger warga perumahan Batan Indah, Setu Tangerang Selatan, Sabtu (15/2) kemarin.

"Mandi dengan air mengalir dan menggunakan sabun bisa membantu menghilangkan paparan radiasi nuklir yang menempel pada kulit," kata Praktisi kesehatan yang juga Dokter spesialis kedokteran nuklir dari RS MRCCC Siloam Semanggi Jakarta dr Ryan Yudistiro Sp.KN M.Kes dilansir Antara, Selasa (18/2).

"Begitu terkontaminasi, langsung mandi. Langsung membersihkan badan seluruh tubuh dengan air mengalir pakai sabun yang bersih, sampai radiasinya turun," kata Ryan.

Ryan menjelaskan di setiap instalasi kedokteran nuklir biasanya disediakan shower khusus dengan disediakan sabun khusus bernama radiacwash untuk membantu mempercepat dekontaminasi radiasi zat radioaktif.

Sementara untuk mengatasi radiasi nuklir yang sudah masuk ke dalam tubuh bisa dilakukan dengan banyak makan dan banyak minum agar radiasi tersebut ikut keluar lewat buang air besar dan buang air kecil.

Namun, Ryan menjelaskan upaya tersebut tidak bisa menghilangkan seluruh paparan radiasi nuklir yang ada pada tubuh,. Melainkan hanya sebagian saja. Sementara sebagian lainnya tertahan di dalam tubuh.

"Cuma sebagian, karena ada sebagian besar yang teretensi di dalam tubuh. Itu yang kita mesti observasi dampaknya, kapan dia muncul efek jangka panjangnya. Bahkan tidak ada tindakan medis yang bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk membantu mengurangi paparan radiasi nuklir di dalam tubuh seseorang, tambahnya.

1 dari 1 halaman

Setidaknya, tenaga medis hanya bisa mengobservasi kesehatan orang yang terpapar apabila di kemudian hari efek jangka panjang dari paparan radiasi nuklir menyebabkan mutasi genetik seperti munculnya sel kanker.

Paparan radiasi nuklir seperti yang terjadi di Perumahan Batan Serpong bisa menyebabkan efek akut atau efek segera dan juga efek jangka panjang.

Efek akut paparan radiasi nuklir dalam jumlah besar, lama, dan dekat bisa menyebabkan mual, muntah, pusing, sakit kepala, lemas, mata merah, kulit merah, luka bakar, bahkan meninggal dunia. Sementara efek jangka panjang yang lebih berbahaya dari efek akut adalah merusak sel DNA manusia dan terjadi mutasi genetik di dalam tubuh seperti munculnya sel kanker.

Paparan radiasi zat radioaktif Cesium 137 (Cs-137) ditemukan di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J Perumahan Batan Indah Serpong Tangerang Selatan Banten.

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) saat ini tengah melakukan investigasi dengan mendata pemilik bahan radioaktif Cesium 137 di Indonesia untuk menemukan pelaku pembuangan limbah Cs-137 tersebut di pemukiman warga. (mdk/ray)

Baca juga:
Batan Sebut Paparan Radiasi Radioaktif di Tangsel Tinggal 10 Persen
Bareskrim Ambil Sampel Tanah Selidiki Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan
9 Warga Perum Batan Indah Tangsel Diperiksa Terkait Paparan Radiasi
Klarifikasi Penemuan Limbah Berbahaya, BAPETEN Akan Lakukan Pembersihan
87 Drum Berisi Tanah dan Vegetasi Dibawa ke Tempat Sementara Limbah Radioaktif

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami