Mandi di Kali Serayu, bocah 8 tahun hilang terbawa arus banjir

PERISTIWA | 21 November 2014 18:18 Reporter : Chandra Iswinarno

Merdeka.com - Seorang anak berusia delapan tahun, warga Desa Wlahar Wetan Kecamatan Kalibagor Banyumas Jawa Tengah, Daffa Safiq Arifin (8) hilang terbawa arus banjir pada Kamis (21/11) siang. Peristiwa tersebut bermula saat Daffa mandi di Sungai Serayu bersama dua temannya dan sang adik.

Saat mereka mandi tiba-tiba terjadi banjir dari arah hulu sungai, meski saat itu tidak terjadi hujan. Saat terjadi banjir itulah, ketiga teman Daffa berhasil menyelamatkan diri di tepi sungai.

Namun, Daffa hanyut terbawa arus sungai terbesar di Eks Karesidenan Banyumas tersebut. Saat pulang ke rumah, adik korban, Fian melapor ke orangtuanya. "Setelah dilaporkan Fian, saya langsung ke sungai untuk mencari anak saya," ujar Slamet Priatin, ayah Daffa, Jumat (21/11) siang.

Namun, saat ke sungai, Sungai Serayu sudah terlanjur banjir dan tidak ditemukan keberadaan Daffa. Pencarian kemudian berlanjut, setelah adanya laporan ke Markas Polsek Kalibagor yang kemudian berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan dari unsur Tagana, Serayu Rescue, Linmas, RAPI, Orari dan PMI Banyumas.

Pencarian korban dilakukan intensif dengan menyisir Sungai Serayu dari mulai lokasi hilangnya Daffa di Desa Wlahar Wetan hingga Bendung Gerak Serayu yang jaraknya sekitar belasan kilometer. Komandan Tagana Banyumas, Adi Candra mengaku sampai saat ini belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. "Kami masih akan terus melakukan pencarian," katanya.

(mdk/hhw)

TOPIK TERKAIT