Mandi di Sungai Ciliwung, Bocah 10 Tahun Hilang Terbawa Arus

Mandi di Sungai Ciliwung, Bocah 10 Tahun Hilang Terbawa Arus
PERISTIWA | 30 Maret 2020 01:30 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Bocah 10 tahun, hanyut terseret arus Sungai Ciliwung, di kawasan Kampung Sukamulya, RT03/03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Minggu (29/3) siang.

Kapolsek Bogor Timur, Resor Bogor Kota, AKP Wagiman menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, saat lima orang bocah sedang bermain di sungai.

"Lagi pada mandi di sungai. Terus mereka melompat dari pinggir sungai. Yang lainnya berhasil berenang ke pinggir lagi, tapi satu hanyut," kata Wagiman.

Diketahui, bocah yang hanyut itu bernama Galang berusia 10 tahun warga Kampung Babakan Asem, RT02/04, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

"Tadi langsung dicari sama tim SAR. Tapi karena sampai gelap belum ketemu dan turun hujan, akhirnya pencarian dihentikan dulu, dilanjut besok pagi," kata Wagiman.

1 dari 1 halaman

Hanyutnya Galang diketahui pertama kali oleh warga dan aparat kelurahan sekitar sedang menyemprotkan cairan disinfektan yang tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong dari anak-anak yang sedang bermain di sungai.

Mendengar itu, warga kemudian berusaha menolong. Awalnya ada dua anak yang terbawa arus. Namun, satu berhasil diselamatkan dan satunya lagi terbawa arus.

"Alhamdulillah satu berhasil diselamatkan. Tapi yang satu lagi hanyut. Tadi langsung dicari. Padahal arus sungai normal saja. Ketinggian air juga normal, sekitar 40 centimeter," kata Luran Sukasari Anjar Apriyatna. (mdk/rnd)

Baca juga:
Terpeleset saat Selfie di Sungai Buaya, 2 Remaja Putri Hilang
Lompat ke Sungai Deli saat Penggerebekan Narkoba, Adi Hilang Terbawa Arus
1 Pengasuh Ponpes dan 5 Santriwati Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian C
Diduga Frustasi, Wanita Ceburkan Diri ke Sungai Mahakam Ditemukan Tewas
Bocah 9 Tahun Terseret Arus Kali Ciliwung

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami