Mangkir Panggilan Polisi, Anggota DPRD Kampar Tersangka Korupsi Danau Ditangkap

PERISTIWA | 15 Juli 2019 21:47 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Seorang anggota DPRD Kampar, Syarifuddin ditangkap tim Reskrim Polres Kampar di kawasan Atrium Senen, Jakarta Pusat. Politisi partai Demokrat itu terjerat kasus dugaan keterlibatan dugaan tindak pidana korupsi proyek pembersihan danau senilai Rp755 juta.

"Tersangka Sy, diduga terlibat tindak pidana korupsi yang menjerat Arif berawal dari lelang proyek pembersihan dan pencucian danau Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar tahun 2012 lalu," ujar Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira, Senin (15/7).

Proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp890 juta itu dimenangkan perusahaan CV Agusti yang memenangkan lelang dengan nilai kontrak Rp750 juta. Namun, dalam pelaksanaannya, CV Agusti justru menyerahkan pengerjaan atau pengalihan proyek kepada oknum legislator itu.

"Padahal, tersangka sama sekali tidak terkait dengan CV Agusti. Dia juga bukan bagian dari direksi ataupun personel pada CV Agusti," kata Andri.

Syarifuddin diduga menyerahkan fee sebesar 2,5 persen kepada CV Agusti demi mengerjakan seluruh proyek tersebut. Pelaku melanggar ketentuan Pasal 87 ayat (3) Perpres 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

"Kerugian Negara yang diakibatkan dari perbuatan tersangka Sy sekitar Rp300 juta. Sesuai dengan audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau sesuai laporan hasil audit nomor SR-141/PW04/5/2016 tanggal 28 April 2016," jelas Andri.

Sebelum ditangkap, polisi telah berulang kali melakukan pemanggilan terhadap tersangka. Namun, Syarifuddin selalu tidak datang tanpa alasan. Gerah melihat sikap tersangka yang tidak patuh terhadap hukum, polisi langsung mencarinya.

Setelah melakukan pencarian, polisi mengendus keberadaan tersangka di Jakarta dan langsung mengirim tim untuk menangkapnya, Jumat (12/7).

"Tersangka dijerat dengan undang-undang nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," pungkas Andri.

Baca juga:
Korupsi Pembangunan IPDN Sumbar, Mantan GM Hutama Karya Dituntut Tujuh Tahun Penjara
Sudah Diblokir, Rekening YKP di Bank Nyaris Dibobol Rp13,8 Miliar
Kejaksaan Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Kredit Fiktif Rp10 M
KPK Periksa Mantan Kepala Seksi Intelejen & Penindakan Kantor Imigrasi Klas I Mataram
Jadi Tersangka Korupsi, Dua Mantan Pejabat Pelindo 1 Ditahan

(mdk/noe)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com