Mantan ABK Ditangkap Karena Bisnis Senpi Rakitan, Belajar Otodidak di Russia

Mantan ABK Ditangkap Karena Bisnis Senpi Rakitan, Belajar Otodidak di Russia
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki
PERISTIWA | 30 Desember 2020 10:57 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar menangkap enam tersangka terkait produksi maupun kepemilikan senjata api ilegal. Beberapa di antara mereka belajar membuat senpi secara otodidak di Russia saat jadi anak buah kapal (ABK).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago, mengatakan kasus ini terungkap 23 Desember lalu di Kabupaten Ciamis pada 23 Desember 2020. Motif para tersangka berinisial DRJ, ASU, IN, SU, DS dan SE menjalankan bisnis ini terkait ekonomi, bukan mengarah pada aksi terorisme.

"Ada enam orang tersangka dalam kasus ini, tiga orang di antaranya berperan penting dalam rangka membuat merakit kemudian ada satu orang yang menyediakan pelurunya, sisanya mencari bahan baku," terang dia di Mapolda Jabar, Rabu (30/12).

"Satu orang berinisial DRJ bisa merakit karena belajar di Rusia pada saat jadi ABK dari satu kapal kargo, kemudian diperdalam (membuat rakit) secara otodidak."

Sementara peran dari ASU dan IN menerima jasa merakit sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen. SU dan DS adalah dua orang konsumen. Sementara SE memperjualbelikan peluru yang didapatkan saat latihan menembak di Perbakin.

Akibatnya, tersangka DRJ, SU, DS, SE dikenakan pasal 1 ayat 1 uu darurat nomor 12, tahun1951, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun. Sementara ASU dan IN itu dikenakan pasal 55 56 KUHP jo pasal 1 uu darurat 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman serupa.

"Salah satu senjata yang diproduksi ini jenis LE, dulu ini senjata yang digunakan organik Polri. Mereka merakit dari kaliber besar menjadi kaliber lebih kecil menjadi 5,56 milimeter," ucap Erdi.

Sementara itu, Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol CH Patoppoi, menyebut ada enam jenis senjata api dengan dominasi penggunaan sniper yang berhasil mereka rakit.

"Penangkapan ini dimulai dari Ciamis, dikembangkan ke Kabupaten Garut, sampai ke Cikampek dan Kuningan, baik perakit pembuat pembeli sudah kita amankan semua, termasuk yang belum jadi ini senpinya. Ini semua menggunakan peluru tajam, amunisi tajam dan mematikan," terang dia.

"Perakit ini memulai bisnisnya mulai awal 2019 setelah keluar dari pekerjaan ABK. Pengakuan tersangka, senjata api yang dibuatnya untuk berburu, tapi kita masih melakukan pendalaman, ini efektifnya 400 meter tapi bisa jangkau 2.000 meter," pungkasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Kedapatan Simpan Senpi dan Sabu, WN Prancis di Bali Ditangkap Polisi
Polri Tunggu Hasil Labfor Soal Keaslian Senjata Api Diduga Milik Laskar FPI
PKB: Ormas Tidak Boleh Memiliki Senjata Api Tanpa Izin
Polisi Sebut Senjata Api Rakitan Milik Laskar Khusus FPI dengan Peluru 9 mm
Polisi Masih Selidiki Asal Usul Senjata Api Diduga Digunakan Laskar FPI
Potret Calon Anggota TNI Tidur Tetap Pegang Senjata Sampai Disebut Istri Pertama

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami