Mantan Dirut Perum Jasa Tirta Djoko Saputro Divonis 5 Tahun Penjara

Mantan Dirut Perum Jasa Tirta Djoko Saputro Divonis 5 Tahun Penjara
PERISTIWA | 26 Mei 2020 21:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Jasa Tirta II Djoko Saputro divonis 5 tahun penjara denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Bandung. Hakim menilai Djoko terbukti melakukan tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan jasa konsultasi di Perum Jasa Tirta II tahun 2017.

"Menyatakan Terdakwa Djoko Saputro terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut. Pidana Penjara selama 5 tahun, Denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan," ujar Hakim Ketua Asep Sumirat, Selasa (26/5).

Sidang digelar secara virtual di mana majelis hakim dan penuntut umum di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung sedangkan Djoko Saputro di Lapas Sukamiskin Bandung.

Majelis menilai Djoko terbukti melanggar Dakwaan Pertama Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana

Hal yang memberatkan putusan lantaran perbuatan Djiko dianggap tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas tindak pidana korupsi.

Sementara hal yang meringankan, Djoko dianggap berlaku sopan, belum pernah dihukum, dan ada tanggungan keluarga.

Mendengar vonis ini, baik Djoko maupun penuntut umum pada KPK menyatakan berpikir apakah akan mengajukan upaya hukum lanjutan atau menerima vonis.

Vonis yang dijatuhkan hakim tak berbeda dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Jaksa diketahui menuntut Djoko Saputro pidana 5 tahun pidana penjara denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Perkara ini bermula pada 2016 atau setelah Djoko diangkat sebagai Dirut Perum Jasa Tirta II. Saat itu, Djoko diduga memerintahkan relokasi anggaran pada pekerjaan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan strategi korporat yang pada awalnya senilai Rp2,8 miliar menjadi Rp9,55 miliar.

Anggaran tersebut terdiri dari perencanaan strategis korporat dan proses bisnis senilai Rp3.820.000.000. Selain itu Djoko juga mengubah anggaran perencanaan komprehensif pengembangan SDM Perum Jasa Tirta II sebagai antisipasi pengembangan usaha perusahaan menjadi senilai Rp5.730.000.000.

Perubahan anggaran ini diduga dilakukan Djoko tanpa adanya usulan baik dari unit lain dan tidak sesuai aturan yang berlaku.

Dalam proyek pengadaan jasa konsultasi itu, Djoko justru mengarahkan pihak-pihak tertentu untuk menjalankan program, termasuk menyusun revisi rencana kerja triwulan tanpa didasari usulan berjenjang.

Atas perbuatannya, Jaksa meyakini Djoko bersama-sama Andririni Yaktiningsasi, Andrijanto, Esthi Pambangun, Endarta Dwi dan Sutisna terbukti melakukan korupsi pengadaan jasa konsultansi di PJT II tahun 2017 yang merugikan keuangan negara sekitar Rp4,9 miliar.

Jumlah tersebut berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dalam rangka penghitungan kerugian negara atas pengadaan pekerjaan jasa konsultasi tahun 2017 pada Perum Jasa Tirta II.

Selain itu, Jaksa meyakini perbuatan Djoko menguntungkan pihak lain, di antaranya Andririni Yaktiningsasi sebesar Rp2,1 miliar, Ignatius Heruwasto sebesar Rp1,1 miliar, Faizal Rakhmat Rp493,9 juta, Manal Musytaqo Rp149 juta, Bimart Duandita sekitar Rp48 juta, Sutisna sekitar Rp944 juta dan Andrian Tejakusuma sebesar Rp78,6 juta.

Reporter: Fachrur Rozie (mdk/gil)

Baca juga:
KPK Limpahkan Kasus OTT Kemendikbud ke Polri
KPK Diminta Soroti Potensi Korupsi di Program Pemulihan Ekonomi Nasional
Rawan Dikorupsi, Pemerintah Disarankan Bentuk Tim Khusus Awasi Dana Covid-19
KPK Dinilai Sudah Cium Potensi Korupsi Program Pemulihan Ekonomi Nasional
PDIP: Di Indonesia Semua Mata Anggaran Rentan Dikorupsi
Terlibat Korupsi Proyek Saluran Air Hujan, Jaksa Eka Divonis 4 Tahun Penjara

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menjawab Keluhan, Menyiasati Keadaan - MERDEKA BICARA with Ganjar Pranowo

5