Mantan Jubir Khofifah dan Politikus PSI Diperkirakan Duet di Pilwali Surabaya 2020

PERISTIWA | 2 Juni 2019 02:33 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Dua politikus muda asal Surabaya, KH Zahrul Azhar Asad alias Gus Hans dan Dhimas Anugrah, bertemu. Spekulasi pertemuan itu disebut-sebut untuk membahas kemungkinan duet keduanya di Pilwali Surabaya 2020.

Gus Hans sendiri, bukan nama baru di panggung politik. Selain mantan Jubir Gubernur dan Wagub Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil E Dardak di Pilgub Jawa Timur 2018 lalu, Gus Hans juga merupakan Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN).

Sementara Dhimas Anugrah yang merupakan politikus muda asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengatakan, bahwa pertemuan yang dikemas buka puasa bareng itu terjadi Kamis (30/5) malam kemarin di salah satu hotel di Surabaya.

"Sudah lama janjian, tetapi karena beliau (Gus Hans) baru pulang dari luar negeri, jadi baru sore itu kami dapat berbuka bersama," kata Dhimas di Surabaya, Sabtu (1/5).

Dhimas juga tak membantah jika pertemuan tersebut untuk membahas Pilwali Surabaya 2020 dengan komposisi Gus Hans sebagai bakal calon wali kota sedangkan Dhimas sebagai bakal calon wakil wali kotanya.

Bahkan, Gus Hans yang juga dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan keyakinannya untuk ikut bertarung menggantikan Wali Kota Tri Rismaharini yang sudah dua periode memimpin Surabaya. "Sejauh jika masuk bursa cawali tetap memberi ruang bagi saya untuk menjadi diri sendiri, maka saya akan bersedia maju," tegasnya.

Gus Hans juga tanpa ragu melontarkan apresiasinya terhadap Dhimas dan partai anak muda besutan Grace Natalie tersebut. "PSI sebagai partai baru yang bisa meraih empat kursi di DPRD Surabaya menunjukkan bahwa partai ini menjadi harapan baru bagi masyarakat," kata kiai muda pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut.

Menurut Gus Hans, PSI dan Dhimas memang menjadi fenomena politik tersendiri di Kota Pahlawan. Dengan raihan empat kursi di DPRD Kota Surabaya pada Pileg 2019 lalu, PSI cukup memberi kejutan meski gagal secara nasional memenuhi 4 persen Parliamentary Threshold.

Dhimas sendiri mampu membetot perhatian publik karena mengusulkan konsepnya memajukan pendidikan di Indonesia dengan menerapkan kurikulum berbasis bakat dan minat siswa.

Gus Hans pun mengklaim bahwa dirinya memiliki prinsip dan DNA yang sama dengan Dhimas Anugrah. Yaitu melihat politik sebagai alat untuk melayani masyarakat, bukan untuk mengeruk keuntungan bagi diri sendiri dan golongannya.

"Nilai-nilai yang diperjuangkan PSI tersebut sama dengan yang saya perjuangkan, maka tidak ada yang memberatkan. Saya sangat mendukung perjuangan Bro Dhimas dan teman-teman PSI dengan nilai-nilai idealis yang mereka bawa," sambung Gus Hans.

Di sisi lain, Dhimas dan Gus Hans sama-sama memiliki gagasan memberikan edukasi pada masyarakat akan pentingnya keberagaman. Sehingga isu-isu SARA yang dijadikan 'bahan bakar' oleh pihak tertentu untuk memecah belah bangsa ini, bisa diantisipasi.

Sebagai intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) dan dikenal sebagai tokoh kerukunan lintas agama, Gus Hans juga mengklaim bahwa dia merasa memiliki kesamaan dengan PSI, "Yang juga berjuang melawan intoleransi," katanya.

Sebatas Saling Menjajaki

Terpisah, Jubir Surabaya Politics and Culture Society (SPCS), Heri Si menilai, bahwa pertemuan antara Gus Hans dan Dhimas itu hanya sebatas saling menjajaki dan itu lumrah dalam politik elektoral.

"Surabaya memang butuh pemimpin muda, jadi pertemuan mereka ini secara politis cocok dengan kebutuhan Surabaya saat ini, yaitu pemimpin yang enerjik, inovatif, dan yang punya keinginan kuat dalam membangun Surabaya sebagai kota modern," papar Heri.

Heri juga menilai, masuknya nama Gus Hans dalam bursa Pilwali Surabaya 2020, itu wajar. Apalagi sukses Gus Hans mengantar Kofifah-Emil menjadi Gubernur dan Wagub Jawa Timur, serta memiliki kepedulian terhadap pendidikan. "Saya rasa dia (Gus Hans tak banyak perbedaan dengan Dhimas," ucap Heri.

Heri melanjutkan, sementara nama Dhimas mulai menarik perhatian publik karena rajin blusukan saat Pileg 2019 kemarin. "Orangnya cerdas, fokusnya ke pendidikan dan revolusi mental generasi muda. Saya rasa dia politisi yang potensial karena semangat anti-korupsi dan perlawanan terhadap intoleransi oleh partainya," tandas Heri.

Baca juga:
Khofifah Ajak Warga Jatim Salat Gaib untuk Ani Yudhoyono
Khofifah Larang ASN Jatim Mudik Pakai Mobil Dinas
Tepati Janji Kampanye, Khofifah-Emil Luncurkan 5 Program Unggulan
3 Program Unggulan Untuk Milenial Diluncurkan Khofifah & Emil Dardak di Jatim
Khofifah: Stadion GBK Kelak Seperti Old Trafford
Sambut Timnas U-22, Khofifah-Emil Satukan Persebaya-Arema Lewat 'Nasi Bungkus'

(mdk/ded)