Mantan Presdir Lippo Tolak Ambil Sampel Suara saat Diperiksa KPK

PERISTIWA | 12 Desember 2019 22:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Bartholomeus Toto (BTO) dalam kasus suap proyek pembangunan Meikarta, di Bekasi, Jawa Barat. Dalam pemeriksaan, Toto menolak dilakukan pengambilan sampel suara.

"Penyidik awalnya akan mengambil sampel suara, namun BTO menolak dan kemudian hal tersebut dituangkan dalam berita acara penolakan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12).

1 dari 3 halaman

Meski menolak diambil sampel suaranya, penyidik tetap melakukan pemeriksaan terhadap Toto. Dalam pemeriksaan kali ini, penyidik menelisik soal pertemuan Bos Lippo Group James Tjahaja Riady dengan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

"Dalam pemeriksaan sebagai tersangka, KPK mendalami pengetahuan BTO tentang pertemuan James Riady di rumah Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin dan menanyakan apakah ada pembicaraan tentang perizinan Meikarta," kata Febri.

2 dari 3 halaman

Selain itu, pada hari ini juga dijadwalkan pemeriksaan terhadap Bos Lippo Group James Tjahaja Riady. Namun James tak memenuhi panggilan penyidik tanpa keterangan apapun.

Dalam kasus ini, Bhartolomeus Toto ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan mantan Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa pada 29 Juli 2019. Toto bersama Iwa Karniwa ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.

Toto diduga menyuap mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin senilai Rp10,5 miliar. Uang diberikan kepada Neneng melalui orang kepercayaannya dalam beberapa tahap.

3 dari 3 halaman

Sementara Iwa diduga telah menerima uang Rp900 juta dari Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili untuk menyelesaikan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi Tahun 2017. Perda RDTR Kabupaten Bekasi itu diperlukan untuk kepentingan perizinan proyek Meikarta.

Uang yang diberikan Neneng Rahmi kepada Iwa diduga berasal dari PT Lippo Cikarang. PT Lippo Cikarang disinyalir menjadi sumber duit suap untuk beberapa pihak dalam pengurusan izin proyek Meikarta.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com (mdk/rnd)

Baca juga:
Mangkir, KPK Buka Kemungkinan Panggil Paksa Bos Lippo Group James Riady
Eks Presdir Lippo Cikarang Minta Penyidik KPK Jujur dan Transparan
Merasa Diancam Eks Direktur Lippo, Saksi KPK Ajukan Perlindungan
Kasus Suap Meikarta, KPK Periksa James Riady Besok
Kasus Meikarta, KPK Perpanjang Penahanan Eks Presdir Lippo Cikarang

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.