Marahnya Kapolres Nunukan dituding minta Rp 70 juta bebaskan tersangka narkoba

Marahnya Kapolres Nunukan dituding minta Rp 70 juta bebaskan tersangka narkoba
PERISTIWA | 19 September 2017 14:08 Reporter : Nur Aditya

Merdeka.com - Polres Nunukan dibikin jengah dengan unggahan di Facebook, yang menyebutkan polisi setempat meminta Rp 70 juta sebagai tebusan membebaskan tersangka narkoba. Kabar itu dipastikan hoax. Pemilik akun pun kini dalam buruan.

Akun Facebook bernama Geram Kaltara, mengunggah postingan 17 September 2017 lalu pada pukul 21.32 Wita. Unggahan itu cukup mengejutkan, hingga menjadi viral di tengah warga Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam akun itu dituliskan, seorang istri anggota polisi, ditahan di Polres Nunukan sejak 14 September 2017 lantaran terlibat kasus narkoba. Selain itu, dalam akun juga disebutkan, diperlukan Rp 70 juta, untuk membebaskan tersangka, yang diminta oleh Kasat Narkoba.

Disebutkan pula, sampai kapanpun, narkoba tidak bisa diberantas, sampai kiamat. Yang ada, bandar jadi mesin atm oknum aparat yang semestinya memberantas narkoba.

Polres Nunukan pun sudah mengetahui unggahan itu. Mereka dibikin geram. Informasi itu pun dipastikan tidak benar. "Tidak ada itu, itu hoax. Itu orang-orang bodoh yang ngawur. Pemilik akunnya lagi kita cari," kata Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (19/9).

"Ya itu hoax, itu orang bodoh, tidak bertanggung jawab dan sok tahu. Kok bisa (akun Geram Kaltara) ngomong sembarangan. Saya heran," ujar Jepri.

Jepri menyebut, pemilik akun di Facebook itu justru bandar narkoba yang selama ini diperangi Polri, dan akan terus diperangi Polri.

"Yang memosting itu, bandar narkoba. Dia memutarbalikkan fakta. Sampaikan. Jadi, yang menyampaikan itu, bandar narkoba. Masyarakat hati-hati," ujar Jepri

"Karena kita perang dengan narkoba. Jadi, bagaimana caranya bandar narkoba itu memutarbalikkan anggota Polri yang aktif dan berhasil (mengungkap kasus narkoba)," tambahnya.

Ditanya merdeka.com kebenaran istri anggota polisi sedang ditahan di Mapolres Nunukan, Jepri memastikan kabar itu tidak benar. "Tidak ada. Cari di Polres kalau ada. Itu hoax semua, dan tahu dari mana menyebarkan isu begitu," tegasnya.

Jepri juga menduga, pengunggah di Facebook itu, bermotif agar personelnya dipecat, sehingga kasusnya tidak ditindaklanjuti. "Dia bisa senang karena anggota saya dicabut, diganti, dia aman. Kasusnya tidak terungkap," jelas Jepri.

"Kasat Narkoba saya bagus, pengungkapan kasusnya banyak. Banyak modus untuk bandar memutarbalikkan. Kalau sampai Kasat diganti, wah merdeka itu bandar-bandar. Karena kita sudah berulang kali ugkap bandar besar di Nunukan, di Malaysia," demikian Jepri. (mdk/bal)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami