Marak Turis Kecelakaan di Bali, Dinas Pariwisata Imbau Pakai Pemandu Wisata

PERISTIWA | 12 November 2019 16:28 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Dalam sebulan terakhir, sejumlah turis asing ditemukan tewas saat mengunjungi destinasi wisata di Pulau Bali. Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa mengimbau turis asing sebaiknya didampingi pemandu wisata untuk menghindari kecelakaan.

"Sebaiknya dia itu melalui travel yang bisa di dampingi oleh para guide yang memang memiliki lisensi," kata Astawa saat dihubungi, Selasa (12/11) sore.

Menurut Astawa, jika para turis itu bepergian sendiri tanpa mengetahui seluk beluk destinasi wisata yang belum ada pengawasan keamanannya makan akan sangat berbahaya.

"Kita tidak mungkin bisa mengawasi pergerakan bule yang memang bepergian itu, tanpa di dampingi dengan guide sehingga hal-hal inilah terjadi. Kayak backpacker itu yang menyebabkan kita tidak bisa mengawasi mereka," ujarnya.

"Kalau di tempat umum (atau) di pantai biasa itu memang diawasi standar pelayanan. Katakanlah di Kuta, Sanur, dan di Nusa Dua kan ada Pos-pos penjaga pengamanan pantai," sambung Astawa.

1 dari 2 halaman

Bule Hanya Andalkan Aplikasi

Dia mengaku banyak turis berwisata sendiri ke tempat-tempat destinasi tanpa didampingi guide. Biasanya mereka mengandalkan aplikasi untuk berkunjung ke suatu lokasi wisata tanpa menghiraukan keselamatan.

"Mereka dengan mudah melakukan perjalanan sendiri tanpa mengetahui ada bahaya yang harus diwaspadai," jelas Astawa.

2 dari 2 halaman

Tingkatkan Keamanan

Astawa juga menyampaikan, pihaknya akan meningkatkan keamanan di objek-objek wisata Bali guna mencegah kecelakaan para turis asing.

"Jadi turis yang datang nanti mulai dari transportasinya ke hotel, restoran dan destinasi sampai balik lagi (ke negaranya) harus ada rambu-rambu untuk pelayanan dan tata kelola yang berstandar," ujarnya.

"Kemudian travel-travel yang melayani tamu tentu harus memiliki izin dan berstandar dan demikian juga para guide harus juga punya lisensi yang lulus dari kompetensi," kata Astawa.

Dari catatan yang dihimpun, turis asal Prancis bernama Gilbert Henry Marcel Guidot (75) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim SAR Bali, pada Senin (11/11) pukul 23.45 WITA. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Pasut, Tibubiu, Tabanan, Bali.

Kemudian, turis asal Belarusia, Siarhei Barbushyn (34) yang terjatuh dari Tebing Tanjung Mebulu, di Jalan Batu Lesung, Banjar Karang Boma, Desa Pecatu, Kuta Selatan,Badung, Minggu (27/10) sekitar pukul 18.00 Wita.Bahkan hingga kini jenasahnya tidak ditemukan.

Kemudian, kecelakaan speed boat atau kapal cepat di perairan sebelah barat Devils Tear, Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Senin (16/9)) lalu. Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua Warga Negara Asing (WNA) meninggal dunia yakni perempuan bernama Caval Heir O Biron (48) asal Brazil dan laki-laki bernama Victor Johannes Allers (43) asal Afrika Selatan. (mdk/ray)

Baca juga:
Festival Ulun Danu ke-5 Diharapkan Mampu Tingkatkan Wisatawan Bali
Anggota JAD Ditangkap di Bali, Dinas Pariwisata Tegaskan Pulau Dewata Aman
Tawarkan Fasilitas Pantai Pribadi, Iklan Vila Milik Ciputra di Tabanan Diprotes
Festival Pesona Nusa Dua Fiesta Incar 15.000 Pengunjung Datang ke Bali
Menguak Alasan Ekonomi Bali Bisa Tumbuh di Atas Rata-Rata
Kemenhub Siapkan Rp2,9 T Bangun 5 Destinasi Bali Baru Hingga 2020