Marsekal Hadi ingatkan bahaya proxy war yang dimainkan pihak asing

PERISTIWA | 6 Desember 2017 13:30 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi I DPR. Kepala Staf TNI AU ini memaparkan masalah kontemporer yang berpotensi menjadi ancaman bagi pertahanan nasional.

Realitas global yang dimaksud adalah adanya tatanan dunia baru, terorisme, kebangkitan Tiongkok, perang siber dan kerawanan di laut. Realitas itu, kata Hadi, menjadi ancaman yang sulit dipetakan dan dikendalikan.

"Pada realitas kontemporer seperti yang diuraikan sebelumnya, berbagai bentuk acaman yang akan muncul menjadi sulit dipetakan berdasarkan wilayah atau kontels geografisnya," kata Hadi di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/12).

Hadi menjelaskan, bentuk kejahatan lain yang sama bahayanya dengan terorisme dan proxy war yang dimainkan pihak tertentu, di antaranya illegal fishing dan penyelundupan barang, manusia, senjata dan narkoba.

"Kejahatan-kejahatan ini bahkan kerap menjadi bagian dari ancaman lain yang lebih besar lagi dan terorganisir secara internasional seperti teorisme dan sindikat internasional atau proxy dari kekuatan asing tertentu," ujar Hadi.

Masalah lain yang dikhawatirkan adalah perkembangan media sosial yang kerap digunakan pihak tertentu untuk membuat konflik lewat informasi bohong atau hoax.

"Hal lainnya yang tak kalah mengkhawatirkan adalah sebaran media sosial yang mampu membuat instabilitas keresahan masyarakat. Dan bahkan mobilisasi massa atau konflik meski mayoritas infonya berasal dari sumber sumber yang kurang jelas atau hoax," ungkapnya. (mdk/ian)

Baca juga:

Golkar tanyakan strategi Marsekal Hadi jelang Pilkada Serentak

Sikapi kondisi global, Marsekal Hadi nilai TNI perlu lebih modern

Marsekal Hadi akui ancaman separatis di RI akan selalu ada

Marsekal Hadi sampaikan visi dan misi jadi Panglima TNI di hadapan DPR

Marsekal Hadi paparkan lima potensi ancaman pertahanan negara

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.