Ma'ruf Amin Harap Jalan Santai Lintas Agama Digelar di Papua

PERISTIWA | 17 November 2019 08:38 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin melakukan olahraga jalan santai bersama masyarakat lintas agama-lintas iman. Olahraga bersama dilakukan mulai dari Sarinah menuju ke arah Bundaran HI dan kembali lagi ke Sarinah.

Acara ini dilakukan sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, saat itu Ma'ruf Amin terlihat menggunakan kaos berwarna biru, celana hitam dan sepatu berwarna biru dongker serta memakai topi.

Acara olahraga jalan santai ini di dampingi oleh Nasaruddin yang menyelenggarakan acara tersebut serta Ketua DPR RI Yenny Wahid.

Menurut Ma'ruf Amin, acara olahraga jalan santai ini tidak membutuhkan biaya yang banyak. Terlebih, acara ini sangat banyak sekali manfaatnya.

"Saya tidak pernah merasa berbahagia, seperti hari ini, biayanya murah, tetapi manfaatnya besar, ini kan teori ekonomi, biaya murah tetapi keuntungan besar," katanya usai olahraga jalan santai, Jakarta, Minggu (17/11).

Dia ingin acara olahraga seperti ini dapat dilakukan di semua provinsi Indonesia. Terlebih, acara ini mesti diadakan di Provinsi Papua agar membuat Papua damai.

"Seperti tadi saya katakan, mari kita bangun narasi-narasi kerukunan, kita sudahi narasi-narasi konflik, narasi-narasi yang menimbulkan perbedaan. Karena itu narasi kita, khutbah di masjid, dalam ceramah-ceramah, kita hindari lah narasi yang membuat permusuhan, rasa saling membantu," jelasnya.

Ia menegaskan, acara olahraga jalan santai ini dapat dilakukan di semua provinsi Indonesia.

"Narasi-narasi yang seperti itu yang harus kita bangun ke depan. Sekali lagi saya ingin sampaikan penghargaan kepada NU Office, Nasaruddin Umar. Kita lanjutkan di seluruh Indonesia," tegasnya.

Baca juga:
Ditemani Cucu dan Istri, Ma'ruf Amin Jalan Santai di CFD
Gus Syauqi, Putra Kiai Maruf Amin Rangkul Generasi Milenial Lewat Musik
VIDEO: Wapres Ma'ruf Amin Jelaskan Tujuan Sertifikasi Perkawinan
Wapres Ma'ruf Pimpin Rapat Penanggulangan Aksi Terorisme
Wapres Ma'ruf Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir Soal Sertifikat Perkawinan

(mdk/fik)