Ma'ruf Amin Janji Menjaga Keutuhan dan Kedamaian Papua

PERISTIWA » MAKASSAR | 5 September 2019 14:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin bertemu dengan sejumlah pendeta dari Papua di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat. Pertemuan pendeta Papua tersebut juga ditemani oleh kelompok lintas agama gerakan nasionalis religius (Genius).

Pantauan Liputan6.com, pendeta Papua bersama rombongan tiba pukul 11.10 WIB. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Ma'ruf Amin. Pertemuan tersebut pun berlangsung tertutup.

Ma'ruf Amin mengaku berencana berkomunikasi dengan sejumlah tokoh melalui pendekatan agama dan budaya terkait kondisi di Papua dan Papua Barat saat ini. Sebab, semua pihak kata dia, menginginkan adanya keutuhan dan kedamaian di kedua provinsi tersebut.

"Damai ini tentu harus ada pendekatan yang membuat kesejukan, ketenangan dari sana kita. Nanti akan capai, mudah-mudahan saya bisa berkunjung ke Papua," kata Ma'ruf Amin, Kamis (5/9).

Selain itu, dia menyebut, Papua merupakan salah satu provinsi yang memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pemilu 2019. Karena hal itu, Ma'ruf menilai kedamaian dan keutuhan Papua menjadi tanggungjawabnya.

"Kebetulan Papua kan mendukung Pak Jokowi dengan saya ini besar sekali, 91 persen ini luar biasa. Jadi maka itu menjadi kewajiban kami, Pak Jokowi dengan saya untuk menjaga keutuhan di Papua dan kedamaian itu," jelasnya.

Pendeta dari Papua, Richard Tonjou menyatakan kericuhan yang terjadi beberapa hari lalu membuat masyarakat Papua resah. Sebab, sejumlah sistem yang ada sempat mengalami kemacetan mulai dari roda pemerintahan, pendidikan, transportasi hingga usaha.

"Kami berharap sebagai pemimpin umat beliau (Ma'ruf) dapat menyuarakan kepada MUI dan NU di seluruh tanah air di tanah Papua dan Papua Barat agar bersatu dengan pemimpin-pemimpin umat di tanah Papua dan Papua Barat untuk mewujudkan Papua, Papua Barat tanah damai," jelasnya.

Reporter: Ika Defianti

Baca juga:
Mendagri Sebut Kantor Pemerintahan di Papua Sudah Berjalan Normal
AM Hendropriyono: Negara Berdaulat Enggak Ada Istilah Referendum
Perwakilan Pendeta Papua Bertemu Ma'ruf Amin
Sebar Konten Rasial soal Papua di Twitter, Pria 40 Tahun di Makassar Ditangkap
Redam Konflik, Lemhanas Ajak Komunikasi dengar Keluhan Warga Papua
Kontras Sayangkan Polisi Tetapkan Veronica Koman Tersangka Soal Papua
Anggota DPR: Isu Papua Harus jadi Momentum Penyadaran Bahaya Rasisme

(mdk/gil)