Ma'ruf Amin Pastikan NU Patuh, Tak Ada Aksi Saat MK Putuskan Sengketa Pilpres

PERISTIWA | 25 Juni 2019 00:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mustasyar PBNU yang juga calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin memastikan, NU tidak akan ikutan aksi turun ke jalan saat pengumuman sengketa Pemilu di depan Mahkamah Konstitusi (MK). NU akan patuh apapun keputusan konstitusi. Hal ini disampaikannya usai menghadiri halal bihalal dengan PBNU, di Jakarta, Senin (24/6) malam.

"NU tidak pernah memiliki upaya-upaya aksi, NU itu patuh, kalau sudah di MK, ya kita menerima hasilnya," ucap Ma'ruf di lokasi, Senin (24/6).

Karena itu Ma'ruf Amin mengimbau agar semua pihak menerima apapun hasil keputusan MK yang dijadwalkan diumumkan pada 27 Juni 2019.

"Dan jangan ada lagi demo-demo yang sifatnya menyebabkan kerusuhan. Karena kan MK itu artinya sudah upaya terakhir untuk di dalam rangka menyelesaikan perselisihan hasil Pilpres maupun Pileg," jelas Ma'ruf.

Dia juga berpesan, usai putusan MK, baik pendukungnya maupun pendukung Prabowo dan Sandiaga harus kembali bersatu. Tidak ada lagi perpecahan dan konflik.

"Ya harus, karena kita sesudah ini kita harus bisa menyatukan kembali, tidak ada lagi friksi-friksi, tidak ada 01, tidak ada 02, dan yang nanti terpilih jadi Presiden wakil presiden dia harus menjadi pemimpin yang baik untuk bangsa Indonesia," pesannya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Baca juga:
Hakim MK Diharapkan Beri Putusan Adil Sesuai Fakta Sidang Sengketa Pilpres
Jelang Putusan, Ini 3 Alasan Kubu Jokowi Yakin Menang di MK
PAN Jadikan Putusan Sengketa Pilpres Rujukan Tentukan Sikap Politik
Alasan-Alasan Kubu Prabowo Optimis Menang Gugatan di MK
TKN Klaim Jalin Komunikasi Politik dengan BPN, Sepakat Tak Saling Serang di Sidang MK
KPU Pertimbangkan Laporkan Saksi Kubu Prabowo Beti Kristiana

(mdk/noe)