Ma'ruf Sudah Memaafkan, Polisi Tetap Proses Kasus Foto Wapres-Kakek Sugiono

Ma'ruf Sudah Memaafkan, Polisi Tetap Proses Kasus Foto Wapres-Kakek Sugiono
Jokowi-Maruf Salat Jumat. ©2020 Biro Pers Sekretariat Presiden
NEWS | 6 Oktober 2020 04:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono membenarkan, Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah memaafkan pelaku penghinanya. Namun, Awi menegaskan proses hukum tetap dijalankan Polri.

"Wapres sudah memaafkan, tapi tentunya secara hukum kami tetap berjalan di atas rel," tegas Awi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (5/10).

Awi menyatakan kondisi pelaku saat ini sudah berstatus tersangka dan sudah dilakukan penahanan. Hal ini dilakukan, karena penyidik berpedoman pada KUHAP.

"Bila ada nanti betul surat Istana Wapres tentang permohonan maaf, itu nanti jadi pertimbangannya penyidik dalam gelar terkait keputusan dan kewenangan penyidik, apa dilanjutkan sampai ke pengadilan, jadi itu semua penyidik. Kami tetap menunggu perkembangan," jelas Awi.

Terkait jenis laporan, Awi mengungkap bahwa kasus dugaan penghinaan terhadap Wapres Ma'ruf tidak dibutuhkan delik aduan, karena menggunakan UU ITE. Sehingga seorang merasa korban yaitu Wapres Ma'ruf tidak harus melapor.

"Kita bukan menggunakan pasal pencemaran nama baik tapi kita gunakan pasal terkait dengan UU ITE terkait ujaran kebencian yang berdasarkan SARA. Sehingga itu tidak perlu delik aduan, nggak perlu korban melapor, kan sudah ada laporan GP Anshor. Jadi kita tunggu semuanya prerogatif penyidik," Awi menandasi.

Diketahui dalam kasus ini, foto Wapres Ma'ruf diubah dan diunggah bersama seorang Kakek Sugiono yang dikenal sebagai bintan porno asal Jepang. Usai tertangkap, pengunggah mengaku menyesal dan mengaku hanya emosi terhadap Wapres Ma'ruf.

Reporter: M. Radityo
Sumber: Liputan6.com

(mdk/eko)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami