Marwan Ja'far Minta Jiwasraya Tetap Utamakan Hak Nasabah

PERISTIWA | 20 Januari 2020 22:48 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Marwan Ja'far meminta nasabah harus menjadi prioritas utama bagi Jiwasraya. Diketahui, aparat penegak hukum sedang mengusut korupsi Jiwasraya.

"Hak para nasabah itu yang harus jadi prioritas utama," kata Marwan di Jakarta, Senin (20/1).

Marwan menyarankan kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk melakukan skema Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam menyelesaikan kasus Jiwasraya. Menurutnya, skema ini cenderung lebih aman dan cepat untuk menutupi kebutuhan Jiwasraya.

"Enggak ada jalan selain segera menyelamatkan keuangan Jiwasraya melalui skema PMN," katanya.

Perseroan Jiwasraya memang tengah menghadapi dua persoalan serius, yakni seretnya likuiditas perseroan sampai pada defisit kecukupan modal berdasarkan risiko perusahaan asuransi atau risk base capital (RBC). Saat ini, perseroan dilaporkan membutuhkan dana segar sebesar Rp16,13 triliun demi meningkatkan likuiditas perseroan hingga tahun depan.

Selain itu, Jiwasraya butuh dana segar hingga Rp32,89 triliun demi menaikkan rasio kecukupan modal sesuai standar minimal yakni 120 persen dari modal minimum berbasis risiko (MMBR). Saat ini, rasio kecukupan modal Jiwasraya minus 805 persen.

1 dari 1 halaman

Belum Ada Titik Terang

Sebab, menurut Marwan, skema penyelesaian secara B2B (business to business) seperti yang diupayakan selama ini belum dapat dikatakan menemui titik terang guna menyelamatkan Jiwasraya. Sedangkan, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebagai BUMN, menurutnya cukup penting karena berkaitan langsung dengan banyak nasabah yang merupakan masyarakat Indonesia.

Tentang prospek ke depan Jiwasraya yang menurut Kemenkeu belum jelas sehingga tak berani melakukan skema PMN, Marwan optimis setelah pengusutan kasus korupsi dalam direksi, prospek perusahaan asuransi pelat merah itu akan lebih jelas.

Sebab, menurut Marwan, akar persoalan Jiwasraya adalah pada pengelolaannya yang buruk karena korupsi oknum direksinya. Maka, setelah bersih-bersih berhasil dilakukan, prospek Jiwasraya akan membaik karena akan dijalankan oleh orang-orang yang tepat. (mdk/eko)

Baca juga:
PPATK Belum Telisik Duit Jiwasraya Mengalir ke Parpol dan Pejabat
Anggota DPR Minta Kejagung Telusuri Pengambil Kebijakan Terkait Jiwasraya
Penyidik Kejagung Periksa Hendrisman Rahim di KPK
PP Properti Benarkan Jiwasraya dan Asabri Beli Saham Perusahaan
Komisi III DPR Putuskan Bentuk Panja Jiwasraya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.