Marzuki: Jika Daming jadi hakim agung, DPR yang disalahkan

Marzuki: Jika Daming jadi hakim agung, DPR yang disalahkan
NEWS | 15 Januari 2013 19:06 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Ketua DPR Marzuki Alie angkat bicara terkait komentar calon hakim agung Daming Sunusi yang menyebut bahwa korban perkosaan tidak perlu dihukum mati karena baik yang memperkosa dan yang diperkosa sama-sama menikmati. Marzuki menilai calon hakim agung itu tidak memiliki rasa hormat dan hati nurani.

"Saya sangat sesalkan jika ada seorang calon hakim agung mengatakan itu. Sebagai wakil Tuhan di dunia seharusnya dia tidak boleh berguyon masalah hukum, karena semua kalimatnya adalah atas nama Tuhan Yang Maha Esa," jelas Marzuki saat dihubungi wartawan, Selasa (15/1).

Politisi Partai Demokrat ini meminta Komisi III DPR untuk tidak melanjutkan uji kepatutan dan kelayakan terhadap Daming Sunusi. Sebab, kata dia, jika Daming lolos menjadi hakim agung dengan sikapnya seperti itu maka dia akan gunakan sebagai alasan untuk tidak memberikan keputusan berat kepada pemerkosa. Akibatnya, DPR dan Komisi III yang disalahkan.

"Dia bukan bicara bebas, tapi sedang di fit and proper test. Kalau dia diloloskan menjadi hakim agung, nanti enak saja dia bilang tatkala pemerkosa diberikan hukuman rendah olehnya bahwa itu telah menjadi sikapnya dan itu telah disampaikan di Komisi III saat fit and proper test, nanti Komisi III atau DPR lagi yang disalahkan," katanya.

(mdk/ded)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami