Masa Kerja dari Rumah Bagi PNS Pemprov Jabar Berakhir 29 Mei 2020

Masa Kerja dari Rumah Bagi PNS Pemprov Jabar Berakhir 29 Mei 2020
PERISTIWA | 26 Mei 2020 22:35 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah mulai bekerja, Selasa (26/5). Semua instansi pun telah membuka kembali pelayanan bagi masyarakat usai libur Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Setiawan Wangsaatmaja menyatakan, penyesuaian sistem kerja yang memungkinkan ASN Pemprov Jabar bekerja dari rumah melalui mekanisme sistem kerja fleksibel atau Flexible Working Arrangement (FWA) masih berlaku sampai 29 Mei.

"Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Sekretaris Daerah Jabar nomor 800/47/BKD. Meski begitu, pelayanan kepada masyarakat di semua instansi berjalan optimal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan akan dilakukan evaluasi kembali berdasarkan kebutuhan dan arahan pimpinan," kata Setiawan di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa.

Menurut Setiawan, untuk para pejabat dan ASN Pemprov Jabar yang mengikuti kebijakan penyesuaian sistem kerja fleksibel ini, jadwal dan mekanisme pembagian tugasnya diatur oleh para pejabat administrator di satuan kerja masing-masing.

"Pembagian dan distribusi kerja dapat dilakukan secara online, seperti email atau penyampai pesan lainnya. Usai bekerja pada hari itu, semua ASN yang mengikuti kebijakan FWA harus melaporkan pekerjaannya melalui TRK (Tunjangan Remunerasi Kinerja)," tambahnya.

Terkait pelaksanaan rapat-rapat rutin, dilakukan dengan memanfaatkan media elektronik maupun aplikasi berbasis teknologi komunikasi dan informasi lainnya.

"Jika memang rapatnya harus bertemu muka, karena misalnya urgensi yang sangat tinggi dan harus diselenggarakan rapat di kantor, harus diperhatikan jarak aman antar peserta rapat dan tetap mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19," katanya.

Khusus Dinas, Badan, dan Biro di lingkungan Pemprov Jabar yang mempunyai fungsi pelayanan langsung kepada aparatur maupun masyarakat, dimungkinkan untuk menjalankan tugas dan fungsi di rumah, selama pelayanan bisa dilakukan secara online.

"Tetapi, apabila harus tetap dilakukan di kantor, maka petugas dilakukan dengan sistem shif sesuai dengan kebutuhan, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," ujarnya.

Selain itu, Setiawan memastikan pejabat struktural dan fungsional maupun pejabat pelaksana yang mengalami gangguan kesehatan akan melaporkan kepada atasan langsungnya dan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Jika ada ASN yang ternyata berstatus ODP dan PDP, maka Kepala Dinas, Kepala Biro maupun Kepala Badan, harus segera melaporkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, agar segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut pengawasan kepada yang bersangkutan, sesuai protokol penanganan pasien yang terdampak Covid-19," jelasnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Ridwan Kamil Sebut saat New Normal, TNI-Polri bakal Jaga Pasar & Mal
Pemprov Jabar Siap Hadapi Gelombang Kedua Covid-19
Pemprov Jabar Akui Belum Bayarkan Insentif Tenaga Medis Covid-19
New Normal, Ridwan Kamil Batasi Jumlah Pengunjung di Mal & Restoran
Pemprov Jabar Siap Jalani New Normal, Toko dan Mal Segera Dibuka Kembali
Serahkan Bantuan Alat Kesehatan, Erick Tohir Minta Emil Bangun Kemandirian Industri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5