Masa Transisi Malang Raya Ditambah Satu Minggu

Masa Transisi Malang Raya Ditambah Satu Minggu
PERISTIWA » MALANG | 6 Juni 2020 12:32 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Penerapan masa transisi di wilayah Malang Raya yakni Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang diperpanjang satu minggu. Penambahan masa satu minggu terhitung mulai Minggu, 7 Juni 2020 besok.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Masa Transisi Malang Raya melalui video conference Jumat (5/6) malam yang dipimpin Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Rapat memutuskan masa transisi diperpanjang selama 7 hari.

"Jadi yang dibuat acuan serta untuk jadi perhatian bersama adalah pedoman dari WHO. Di mana dinyatakan untuk memasuki new normal dipersyaratkan angka rate of transmition (RT) harus di bawah 1. Sementara untuk Malang Raya ini, RT-nya masih pada angka 1,23," tegas Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, Jumat (5/6) malam.

Tiga kepala daerah Malang Raya masing-masing dari Ngalam Command Centre (NCC) Balaikota Malang, Pendopo Kabupaten Malang, Balai Among Tani Kota Batu, serta Pangdiv 2 Kostrad Malang di Pusat Kendali Komando Pangdiv 2 Kostrad Malang terhubung dengan Gedung Grahadi Surabaya.

"Ini karena masih muncul kasus baru konfirm positif, meskipun juga diikuti dengan adanya penambahan yang sembuh," tegas Khofifah.

Perlu diketahui transmisi rate atau rata-rata penyebaran Malang Raya masih 1,23 yang artinya jika 10 orang terinfeksi Covid-19 maka dalam sepekan akan bertambah menjadi 12,3 orang.

Kata mantan Menteri Sosial RI tersebut, masih diperlukan proses waktu guna mengubah culture dan kebiasaan masyarakat. Karena memang masih banyak masyarakat yang abai dalam penggunaan masker dan physical distancing sebagaimana laporan 3 daerah Malang Raya tersebut.

Walikota Malang Sutiaji persoalan yang masih menjadi perhatian Satgas Covid Kota Malang adalah klaster isolasi mandiri. Penambahan banyak kasus terakhir muncul dari lingkar keluarga.

"Bisa jadi lingkungan rumah tidak memadai untuk dilakukan isolasi mandiri, karenanya ini akan ditarik ke RSUD. Kami siapkan segera," tegas Sutiaji.

Selain itu yang menjadi perhatian juga adalah gerakan operasi rapid test masiv ke titik himpun massa. Karena fakta di lapangan banyak komunitas millenial yang seharusnya memiliki pengetahuan dan pemahaman lebih baik soal Covid-19 justru abai dengan banyaknya kebiasaan nongkrong.

"Itu yang akan terus disasar tim Covid-19 Kota Malang melalui operasi gabungan Pemkot, TNI dan Polri," tegasnya.

Sutiaji juga menyampaikan, muncul di tengah masyarakat persepsi kalau masa transisi sudah new normal. Bahkan dipahami sudah normal seperti tidak terjadi penyebaran Covid-19.

"Ini yang akan terus ditekan dan diluruskan," tegasnya.

Sutiaji juga meminta Gubernur untuk berkoordinasikan dengan Kemendukbud berkaitan dengan tahapan penerimaan mahasiswa baru. Karena Kota Malang yang memiliki ratusan perguruan tinggi akan menjadi tujuan para calon mahasiswa.

"Masa masuknya ada informasi Desember, yang diantisipasi, tahapan pendaftaran mahasiswa baru, karena proses test masih perlu kehadiran secara fisik, sehingga ada potensi pergerakan ke Kota Malang," kata Sutiaji.

Evaluasi masa transisi Malang Raya juga memberikan catatan dan rekomendasi agar Gerakan RW atau Kampung Tangguh terus dikuatkan. Sehingga akan terus dilakukan penambahan baik kualitas maupun kuantitas dalam masa transisi guna terus menekan angka kasus.

1 dari 1 halaman

Kasus Positif Terus Bertambah

Kasus pasien positif Covid-19 di Malang Raya terus mengalami peningkatan. Data Tim Satgas Covid-19 Kota Malang per 5 Juni 2020 menunjukkan penambahan 6 orang, sehingga menjadi 64 orang dengan rincian 3 orang meninggal dunia, 24 orang sembuh dan 37 orang masih dirawat.

"Tambahan 6 konfirm positif terdiri dari 2 orang merupakan pria dan anak laki-lakinya, masing-masing 73 tahun dan 41 tahun, dari konfirm positif yang meninggal dunia," kata Nur Widiyanto, Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang.

Kasus lainnya adalah seorang pria 58 tahun konfirm positif dari kasus tanggal 1 Juni, sementara 3 orang lainnya adalah masing-masing laki-laki berusia 47 tahun, 51 tahun dan perempuan 28 tahun adalah teman konfirm positif dari kasus tanggal 1 Juni.

Sementara Data Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menunjukkan 37 Orang positif Covid-19. Sebanyak 32 orang masih menjalani proses perawatan dan 3 orang dinyatakan sembuh dan 2 meninggal dunia.

Salah satu yang menjadi perhatian Tim Pemprov Jawa Timur adalah kasus Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Terakhir, desa tersebut mengalami penambahan secara berturut-turut 13 orang dan 5 orang positif Covid-19 dari sebelumnya hanya 3 orang. Sehingga total sebanyak 21 warga Desa Giripurno dinyatakan positif Covid-19.

Sedangkan untuk Kabupaten Malang, jumlah kasus positif sebanyak 93 orang, setelah terjadi penambahan 2 orang. Dari jumlah tersebut 30 orang dinyatakan sembuh dan 16 orang meninggal dunia, dan sisanya tengah menjalani perawatan dan karantina. (mdk/ded)

Baca juga:
Menyebarkan Kedisiplinan Cegah Covid-19 Lewat Gerakan 'Bangkit dari Masjid'
Relakan Uang THR Bantu Warga Terdampak Covid-19, 2 Anggota TNI Diganjar Penghargaan
Moeldoko Soal Penerapan New Normal: Protokol Kesehatan Terus Diperhatikan
Bayi Enam Bulan dan Nenek 90 Tahun di Jember Terpapar Covid-19
Bupati Serang Instruksikan OPD Bersiap Jalankan New Normal
Satu Keluarga di Jember Terpapar Covid-19 dari Klaster Kecamatan Jombang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Curhat Siswa Lulusan Tanpa Ujian Nasional

5