INFOGRAFIS: Data Terbaru Masa Tunggu Jemaah Haji Indonesia

INFOGRAFIS: Data Terbaru Masa Tunggu Jemaah Haji Indonesia
Infografis Masa Tunggu Haji di Indonesia. ©2022 Merdeka.com/Grafis: Amar Choiruddin
NEWS | 21 Juni 2022 14:06 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Daftar tunggu keberangkatan ibadah haji semakin lama. Di Indonesia, orang yang ingin pergi berhaji harus menunggu sekitar 20 hingga 30 tahun lamanya.

Hal itu berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pada 23 Februari 2022. Sebagai contoh DKI Jakarta yang harus menunggu sekitar 25 tahun bahkan Jawa Timur bisa mencapai 32 tahun.

Kasubdit Siskohat Ditjen PHU Hasan Afandi menjelaskan bahwa mundurnya estimasi keberangkatan disebabkan bilangan pembagi daftar tunggunya didasarkan pada kuota haji tahun berjalan.

"Estimasi keberangkatan selalu menggunakan angka kuota tahun terakhir sebagai angka pembagi. Tahun ini kebetulan kuota haji Indonesia hanya 100.051 atau sekitar 46 persen dari kuota normal tahun-tahun sebelumnya," kata Hasan yang saat ini tengah bertugas sebagai Kabid Siskohat di Kantor Urusan Haji Jeddah, dilansir dari situs Kemenag, dikutip Senin (20/6).

Hasan berharap tahun depan kuota haji Indonesia kembali normal atau bahkan lebih banyak dari kuota normalnya. Sehingga, estimasi keberangkatan jemaah akan kembali berubah sesuai bilangan pembaginya.

"Bila kuota nasional kembali 100 persen, secara otomatis, estimasi keberangkatan akan menyesuaikan kembali, karena sistem aplikasinya memang begitu," kata dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Berangkat Hari Ini, Jemaah Haji Kloter Terakhir Embarkasi Aceh dan Medan Digabung
Keramahan Para Srikandi Bir Ali, Lepas Tamu Allah Menuju Makkah
Pemerintah Siapkan Layanan Safariwukuf untuk Jemaah yang Sakit
Tips untuk Jemaah Haji Indonesia Cegah Hipertensi
Melihat Persiapan Tenda Hingga Toilet untuk Jemaah Haji Saat di Mina
Jemaah Haji Diminta Tak Abaikan Sakit Hipertensi, Bisa Sebabkan Serangan Jantung
Data 20 Juni 2022: Jemaah Haji RI Meninggal Dunia jadi 7 Orang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami