Masih di Bawah Umur, 3 Tersangka yang Bully Siswi di SMP Purworejo Tak Ditahan

PERISTIWA | 15 Februari 2020 10:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polisi telah menetapkan tiga siswa sebagai tersangka atas kasus persekusi terhadap siswi sekolah menengah pertama di Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo. Ketiganya yaitu TP, DF, dan UHA yang merupakan teman satu sekolah korban.

Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito mengatakan meski berstatus tersangka, ketiganya tidak ditahan. Dalam menangani kasus perundungan ini, polisi memegang acuan Undang-Undang No 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak.

"Di situ diatur tentang bagaimana perkara anak sebagai tersangka atau berhadapan dengan hukum. Kami menekankan lex specialis (hukum khusus)," kata dia saat dihubungi, Sabtu (15/2).

Rizal mengatakan, salah satunya mengatur tentang penahanan. Seperti yang termaktub dalam Pasal 32. Dijelaskan, anak yang berhadapan dengan hukum dapat ditahan apabila sudah berumur di atas 14 tahun. Selain itu, ancaman hukuman pidana mencapai 7 tahun.

Sementara itu, Penyidik Polres Purworejo menjerat ketiga tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 80.

"Tersangka diancam pidana penjara 3 tahun 6 bulan nanti nya juga pada saat proses pengadilan tentunya akan mempertimbangkan hukumannya itu setengah daripada hukuman yang dipidanakan karena terkait dengan anak tadi," papar dia.

Kendati tak ditahan, Rizal mengatakan para tersangka tetap dalam pengawasan pihak kepolisian.

"Kami serahkan kepada wali diawasi dan diberikan pembinaan. Kami juga bekerja dengan pemerintah daerah," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, dalam video yang beredar seorang siswi Sekolah Menengah Pertama atau SMP di Purworejo mendapatkan penganiayaan oleh tiga teman laki-lakinya. Siswi SMP itu bahkan ditendang berkali-kali. Seorang netizen kemudian melaporkan persekusi di Purworejo itu kepada Ganjar Pranowo melalui Twitter.

"Need your quick action Pak Gubernur," tulis dia kepada Ganjar.

Ganjar kemudian merespons dengan menanyakan lokasi dan tanggal kejadian.
Dalam waktu kurang dari dua jam, Ganjar menelepon kepala sekolah, bupati dan beberapa pihak terkait dengan kasus ini.

Dia pun mengatakan kepolisian sudah menerima laporan tentang persekusi di Purworejo tersebut.

"Akun sy dibanjiri kejadian di salah satu smp di butuh purworejo. Sy sdh telp kaseknya & dia sdh urus. Polisi juga sdh menerima laporannya. Bsk saya minta pengawas sekolah & dinas utk turun agar bicara dg ortu anak2 itu. Pak Bupati Purworejo jg sdh sy kontak. --- Sayangi temanmu!" tulis Ganjar Pranowo dalam akun Twitternya, @ganjarpranowo.

Reporter: Ady Nugraha (Liputan6.com) (mdk/ray)

Baca juga:
Ganjar Rayu Korban Perundungan Purworejo Pindah ke Sekolah Khusus, Biaya Ditanggung
Setop Perundungan di Sekolah
3 Siswa di Purworejo Aniaya Siswi karena Aksi Pemalakan Dilaporkan ke Guru
Ganjar Pertimbangkan Tutup SMP di Purworejo yang Jadi Tempat Perundungan
Ganjar Nilai Hukuman Pendidikan Militer bagi Pelaku Bullying Lebih Mengena
Cegah Kasus Bully di Purworejo Terulang, Ganjar Minta Setiap Sekolah Dipasang CCTV

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.