Masjid Raya Bandung Siap Gelar Tarawih dan Berbagi Takjil, Jumlah Jemaah Dibatasi

Masjid Raya Bandung Siap Gelar Tarawih dan Berbagi Takjil, Jumlah Jemaah Dibatasi
salat tarawih dengan physical distancing. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar
PERISTIWA | 7 April 2021 18:02 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Masjid Raya Bandung menyiapkan teknis pelaksanaan salat tarawih dan pembagian takjil saat bulan ramadan. Salah satunya adalah mengurangi kapasitas jemaah.

Diketahui, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam konferensi pers virtual pada Senin (5/4) memperbolehkan salat tarawih dilakukan berjemaah selama pelaksanaan Ramadhan 2021.

Ada beberapa syarat yang tertuang yang harus dipatuhi, yakni harus disertai dengan protokol kesehatan. Selain itu, salat tarawih boleh dilakukan berjemaah di luar rumah hanya terbatas pada komunitasnya atau di lingkup komunitasnya.

Menyikapi pernyataan itu, Ketua DKM Masjid Raya Bandung, KH Mukhtar Gandaatmaja memastikan fasilitas penunjang protokol kesehatan disiapkan dengan baik. Ia pun akan membatasi jemaah yang bisa ikut berjemaah. Kebanyakan adalah pegawai dan pedagang yang berada di sekitar masjid.

"Insyaallah diadakan tahun ini (salat tarawih). Tidak akan sebanyak salat Jumat (kalau sebelum pandemi) normal sampai 14 ribu orang," kata dia, Rabu (7/4).

Kegiatan lain yang akan berlangsung adalah pembagian takjil kepada masyarakat atau pengendara. Lagi-lagi, teknisnya akan menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19 dan menghindari potensi kerumunan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan mengikuti aturan pemerintah pusat soal pelaksanaan ibadah di bulan ramadhan. Pertimbangan pun menyesuaikan dengan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Semua yang diputuskan pemerintah pusat, pada dasarnya Pemprov Jabar akan ikuti ya fatwa-fatwanya, (seperti) terkait buka bersama mungkin ditunda dulu. Idul Fitri kita menyesuaikan tidak ada beda," ucap dia.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar segera menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan salat tarawih kepada pemerintah, ormas Islam, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan MUI di daerah. Hanya saja, pihaknya tidak mengimbau masyarakat tak menggelar acara buka bersama atau takbir keliling saat jelang lebaran.

"Termasuk ceramah Ramadhan itu usahakan sesingkat mungkin, jangan terlalu lama," katanya. (mdk/bal)

Baca juga:
Pemkot Jakpus Dirikan Posko Pantau Protokol Kesehatan di Pasar Tanah Abang
Polda Metro Jaya Larang Sahur On The Road Selama Ramadan
Menko PMK Temui JK, Konsultasi Soal Pelaksanaan Tarawih saat Pandemi Covid-19
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pangan Dipastikan Stabil
Mengenal Ngikis, Tradisi Jelang Ramadan khas Masyarakat Sunda Ciamis
Geliat Perajin Lentera Fanous untuk Sambut Ramadan di Gaza

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami