Massa di Kediri Rusak Pagar dan Lempari Kaca Gedung DPRD, 2 Pendemo Diamankan

Massa di Kediri Rusak Pagar dan Lempari Kaca Gedung DPRD, 2 Pendemo Diamankan
Demo mahasiswa di kediri rusuh, dua orang diamankan polisi. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 8 Oktober 2020 16:39 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Gelombang penolakan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja terus mengalir di berbagai daerah. Di kota kediri, aksi ribuan mahasiswa di depan gedung DPRD diwarnai kericuhan. Massa merusak pagar dan melempari pintu kaca dengan batu setelah upaya menemui wakil rakyat dihalangi petugas, Kamis (8/10).

Massa merusak pagar gedung dewan di sisi selatan, sementara massa di barisan tengah melempari pintu kaca gedung dengan batu hingga pecah di beberapa bagian. Dua pendemo diamankan petugas karena dianggap memprovokasi.

Dalam aksi ini, gabungan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Aliansi Sekartaji menyampaikan sejumlah tuntunan.

"Kami mendesak DPRD Kota Kediri untuk menyuarakan aspirasinya ke DPR RI tentang pembatalan UU Omnibus Law Cipta Kerja, yang tidak membela kepentingan rakyat," kata Iqbal, salah satu perwakilan mahasiswa.

Sementara itu kericuhan mereda setelah Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana mengancam untuk menangkap satu persatu masa aksi yang berbuat anarkis.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mahasiswa juga menggelar aksi teatrikal sebagai bentuk kekecewaan kepada wakil rakyat yang dinilai lebih mementingkan kepentingan investor besar. Mahasiswa sempat ditemui tiga fraksi, yakni Partai Demokrat, Gerindra, PKS tetapi dinilai tidak merepresentasikan seluruh fraksi di DPRD Kota Kediri.

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami