Massa Terus Berdatangan, Polisi Tegaskan Tahlil Akbar 266 Sekitar MK Tak Berizin

PERISTIWA | 26 Juni 2019 11:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Persaudaraan Alumni 212 menggelar Tahlil Akbar 266 menjelang putusan sengketa Pilpres di Mahkamah Konstitusi. Saat ini massa sudah berkumpul di Patung Kuda Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Polisi menegaskan mereka tidak mengantongi izin.

"Enggak tahu saya, tanya massa dong. Polisi tidak mengeluarkan izin aksi," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (26/6).

Menurut penelusurannya, massa datang dari pelbagai penjuru di luar Jakarta, seperti Banten, Tangerang, Depok, Bekasi, juga Jawa Barat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan mereka untuk menjaga kondusifitas agar ketertiban masyarakat tetap terjaga.

"Yang di Bawaslu kemarin begitu juga. Prosesnya hampir sama. Massa (berasal) dari dalam (kota) dan massa dari luar," jelas Harry.

Sebelum mengambil tindakan, Harry menegaskan untuk melakukan komunikasi. Bersama jajarannya, dibantu TNI, mereka akan berdialog untuk mengetahui maksud dan tujuan karena ditegaskan tidak ada izin diberikan untuk melakukan aksi massa kepada mereka.

"Saya mau tanya dulu, kalau kita kan tidak keluarkan izin. Kan kalau polisi ada tahapan SOP, jelas perintah pimpinan tidak boleh ya toh," tuturnya.

Awalnya polisi melarang, kini akhirnya memberikan akses mobil komando pengunjuk rasa memasuki Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Pantauan di lokasi, izin diberikan usai massa bernegosiasi dengan polisi di lapangan.


Menurut klaim massa, mereka telah mengantongi izin dari satuan intel Polres Jakarta Pusat untuk menyuarakan pendapatnya. Mobil diizinkan masuk dengan sejumlah catatan.

Pertama, mobil hanya sampai Gedung Kementerian Pariwisata. Kedua, mobil diizinkan masuk agar tak mengganggu lalu lintas di putaran depan Patung Kuda. Terakhir massa aksi dapat menjamin ketertiban.

Beberapa ruas jalan yang ditutup seperti di Jalan Medan Merdeka Barat dari depan kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda Indosat yang melintasi kawasan depan Gedung MK hingga ke depan Istana Negara.

A. Berikut rekayasa arus lalu lintas:

1. Arus lalu lintas dari Jalan MH Thamrin menuju Jalan Medan Merdeka Barat dialihkan ke kiri maupun kanan ke Jalan Kebon Sirih.

2. Arus lalu lintas dari Jalan Fachrudin menuju Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Abdul Muis dan arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Budi Kemuliaan diluruskan ke Jalan Fachrudin.

3. Arus lalu lintas dari Jalan Abdul Muis menuju Jalan Museum diluruskan ke Jalan Majapahit atau Jalan Fachrudin.

4. Arus lalu lintas dari Jalan Hayam Wuruk menuju Jalan Majapahit dialihkan ke Jalan IR H Juanda.

5. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya menuju jalan Majapahit diluruskan ke Jalan Suryo Pranoto maupun ke kanan Jalan Hayam Wuruk.

6. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya menuju Jalan Veteran III diluruskan ke arah Harmoni.

7. Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur menuju Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan Jalan Perwira.

8. Arus lalu lintas dari Jalan M Ridwan Rais menuju Jalan Medan Merdeka Selatan diluruskan ke Jalan Medan Merdeka Timur.

B. Berikut beberapa ruas jalan yang ditutup:

1. Jalan Medan Merdeka barat sisi timur dan barat penempatan MCB barrier di depan Museum Gajah

2. Jalan Medan Merdeka Utara MCB barrier di depan Kemendagri dua sisi.

3. Jalan Veteran Raya samping Hotel Sriwijaya arah Harmoni ditutup

4. Jalan Majapahit ujung TL Harmoni.

5. Jalan Abdul Muis arah utara di TL Jalan Tanah Abang 2.

6. Jalan Veteran 3 Bina Graha.

Baca juga:
Ada Tahlil Akbar 266, Lalu Lintas di Kawasan Monas Dialihkan
Massa Peserta Tahlil Akbar 266 Mulai Berdatangan ke Monas
BPN Prabowo Akui Sulit Buktikan Kecurangan Pilpres dalam Waktu Singkat
Usir Kejenuhan, Personel Brimob Menari Bersama
Persiapan TKN Jelang Putusan MK
Dinilai Hambat Sidang, Saksi Kubu Prabowo Berstatus Tahanan Kota Dijebloskan ke Rutan

(mdk/did)