Masuk 20 Besar Capim KPK, Nurul Ghufron Juga Maju Pemilihan Rektor Universitas Jember

PERISTIWA | 25 Agustus 2019 16:00 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK telah mengumumkan 20 orang nama yang lolos tes profile assessment pada Jumat (23/8) lalu. Mereka selanjutnya akan menjalani tes kesehatan pada hari Senin (26/8) dan dilanjutkan dengan tes wawancara dan uji publik pada 27-29 Agustus mendatang.

Salah satu dari 20 nama Capim KPK tersebut adalah Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember, Nurul Ghufron. Yang menarik, selain maju menjadi Capim KPK, pada saat yang hampir bersamaan, Ghufron juga maju menjadi bakal calon rektor Universitas Jember (Unej), salah satu PTN terkemuka di Jawa Timur. Kepastian majunya pria yang sudah dua periode menjabat Dekan FH Unej itu terlihat dari dokumen Bakal Calon Rektor (Bacarek) yang diumumkan Panitia Penjaringan Pilrek Unej.

Saat dikonfirmasi, Ghufron menganggap keikutsertaan dirinya dalam seleksi dua jabatan dalam waktu yang bersamaan tersebut adalah hal yang biasa.

"Sebagai kader bangsa, saya punya kesempatan yang sama untuk memenuhi syarat tersebut. Ini adalah hal yang biasa, toh sama-sama masih dalam tahap pencalonan semua," ujar Ghufron saat dikonfirmasi di kampus Unej.

Selain menjadi dosen, Ghufron juga kerap menjadi saksi ahli bidang hukum di berbagai persidangan. Sebelum menjadi dosen PNS, pria asal Madura ini juga punya pengalaman sebagai lawyer.

"Kebetulan saya juga memiliki pengalaman dan pendidikan di bidang pemberantasan korupsi. Saya juga bagian dari civitas academica Unej yang punya kesempatan yang sama dengan dosen-dosen lain," ujar doktor hukum pidana lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini.

Peluang lolosnya dia di dua seleksi yang berbeda, menurutnya sama saja. "Bisa sama-sama lolos, bisa juga sama-sama tidak," tutur Ghufron.

Namun, berdasarkan regulasi, Ghufron menyatakan salah satu dari dua seleksi akan dipastikan terlebih dahulu hasilnya. "Tetapi tidak mungkin bersamaan. Karena KPK pendaftarannya sejak Mei 2019 dan sekarang sudah jelang tahap akhir. 2 September itu sudah dari Pansel ke presiden dan hari itu juga langsung dikirim ke DPR. Lalu akan diproses di sidang terakhir DPR untuk periode ini," terang Ghufron.

Kepastian lolos tidak dirinya sebagai Capim KPK, menurut Ghufron sudah bisa diketahui pada pertengahan September. "Sedangkan Pilrek Unej baru dimulai kemarin. Untuk menggantikan masa jabatan Rektor Unej yang baru akan habis pada 27 Januari 2020 mendatang," papar Ghufron.

"Kalaupun nantinya saya ditakdirkan Allah sebagai pimpinan di KPK, maka yang di sini (proses pilrek Unej), meski mungkin tidak boleh mundur, tapi saya yakin suara pendukung saya sudah akan cair dengan menggunakan pilihannya selain saya lagi," pungkas Ghufron.

Sebelumnya, terdapat dua akademisi dari Jember yang mendaftar sebagai calon pimpinan KPK. Selain Ghufron, calon lain adalah Nur Sholikin yang merupakan mantan Wakil Rektor IAIN Jember. Namun hanya Ghufron yang lolos 40 besar tes psikologi yang diumumkan pada 5 Agustus 2019.

Nurul Ghufron menjabat Dekan FH Unej selama dua periode. Pada periode pertama, dia menggantikan dekan sebelumnya, Widodo Eka Tjahjana yang ditunjuk menjadi Dirjen Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM.

Baca juga:
KPK Beberkan Catatan Buruk 20 Capim, Pansel Nilai Belum Tentu Semua Benar
Pansel Pastikan Tak Ada Pengistimewaan Empat Pati Polri Lolos Seleksi Capim KPK
KPK akan Telusuri Catatan Buruk 20 Capim Lolos usai Seleksi Profile Assessment
20 Capim KPK akan Jalani Tes Wawancara dan Uji Publik
Pansel Pertimbangkan Komisioner Petahana Masuk 10 Besar Capim KPK
20 Capim KPK Lulus Tes Profile Assessment

(mdk/bal)