Masuk Kota Salatiga, Masyarakat Wajib Gunakan Masker

Masuk Kota Salatiga, Masyarakat Wajib Gunakan Masker
PERISTIWA | 7 April 2020 07:44 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Warga yang ingin memasuki Kota Salatiga, Jawa Tengah diwajibkan memakai masker. Mereka yang tidak mematuhi aturan nantinya akan dikenai sanksi denda.

Wali Kota Salatiga, Yulianto mengatakan, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mencegah penyebaran Virus Corona. Aturan tersebut dilakukan lantaran masih banyaknya warga nekat keluar tanpa menggunakan masker.

"Jadi kita sudah koordinasikan dengan Forkompinda Salatiga. Jika warga yang ingin masuk kota Salatiga wajib memakai masker karena sudah diwajibkan oleh WHO," katanya kepada wartawan, Senin (6/4).

Dia menyebut bila nantinya ada warga yang tidak menggunakan masker, maka siap menerima sanksi yang sudah disiapkan Pemkot Salatiga.

"Tentu kami sudah siapkan denda. Ini bagian dari memutus penyebaran virus corona," jelasnya.

Pemkot Salatiga juga sudah melakukan sosialisasi ke sejumlah warga melalui spanduk dan baliho yang sudah terpasang di sekitar pintu masuk kota dan sejumlah tempat lainnya.

"Sudah jelas spanduk dan baliho yang kami pasang menjelaskan wajib menggunakan masker jika ingin masuk ke Kota Salatiga. Imbauan tersebut sudah dipasang di beberapa tempat strategis, agar masyarakat bisa mematuhinya," ungkap Yulianto.

1 dari 1 halaman

Sementara itu, Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, sampai saat ini sudah menginstruksikan anggotanya untuk melakukan patroli masker pada jam malam. Di mana patroli malam, petugas berkeliling mencari kerumunan warga sebagai langkah social distancing dan physical distancing.

"Kalau tahu ada warga yang tidak kenakan masker kita tegur, dan meminta untuk memakai. Ini demi kesehatan kita semua. Kalau ada orang bergerombol kita ingatkan untuk meninggalkan lokasi kerumunan," katanya.

Sampai saat ini pendekatan yang dilakukan masih bersifat persuasif dan edukatif. "Kami akan bertindak tegas sesuai aturan. Sebab, persebaran wabah corona ini semakin mengkhawatirkan," ujarnya.

Kemudian, Kepala Kejaksaan Negeri Salatiga, Edy Bujana menyatakan aturan penanganan wabah Covid-19 bisa dilakukan dengan Acara Pemeriksaan Singkat.

"Jika memang diperlukan shock terapy agar masyarakat tertib dan patuh, mekanisme hukuman dengan denda memang paling tepat," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pengunjung Pasar di Denpasar yang Tidak Pakai Masker Disuruh Pulang
Pria di Filipina Ditembak Mati karena Tidak Pakai Masker Saat Hendak Diperiksa Corona
Industri Kecil Ikut Produksi Masker dan APD, Bantu Pemerintah Perangi Covid-19
Melihat Pembuatan Masker dari Bahan Kain di Tangerang
Gubernur DKI Jakarta Serukan Warga Wajib Gunakan Masker

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami