Masuk Permukiman, Orangutan Tapanuli Dilepasliarkan ke Habitatnya

Masuk Permukiman, Orangutan Tapanuli Dilepasliarkan ke Habitatnya
PERISTIWA | 24 November 2020 14:09 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Satu individu orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dewasa memasuki permukiman warga di Dusun Padang Bulan, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumut. Satwa terancam punah itu dievakuasi, lalu dilepasliarkan di kawasan Cagar Alam Dolok Sipirok, pada Senin (23/11).

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Handoko Hidayat mengatakan, orangutan itu dilaporkan sudah empat hari memasuki permukiman warga. Minggu (22/11), tim dari BBKSDA Sumut bersama organisasi terkait bergerak ke lokasi.

"Dari hasil pengamatan dan pengecekan, tim memutuskan untuk melakukan evakuasi dengan cara menembak bius. Langkah ini diambil karena lokasi ditemukannya orangutan itu sangat jauh dari kawasan hutan, sehingga penggiringan tidak memungkinkan untuk dilakukan," kata Handoko, Selasa (24/11).

Setelah orangutan dievakuasi dari permukiman, kesehatannya diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukkan orangutan yang diperkirakan berumur 35 tahun dan berat 63 Kg itu dalam kondisi sehat. Satwa dilindungi itu layak untuk dilepasliarkan ke habitatnya.

Setelah pengecekan kesehatan, orangutan dilepasliarkan ke Cagar Alam Dolok Sipirok. Kegiatan pelepasliaran berlangsung lancar.

orangutan tapanuli dilepasliarkan ke habitatnya

"Orangutan itu diharapkan segera beradaptasi dengan habitatnya. Pasca pelepasliaran, orangutan ini selalu dalam monitoring tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk memastikan dia tetap berada di habitatnya," harap Handoko.

Orangutan tapanuli merupakan spesies kera besar yang hanya ditemukan di hutan Tapanuli yang termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Utara. Sebagian besar populasi orangutan tapanuli tersebar di Blok Batang Toru Barat dan Batang Toru Timur, serta terdapat beberapa populasi kecil di Cagar Alam Dolok Sipirok, Suaka Alam Lubuk Raya, dan Cagar Alam Dolok Sibual-buali.

Satwa liar ini dilindungi sesuai Peraturan Permerintah No. 7 Tahun 1999 dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah. Populasi orangutan tapanuli di wilayah Batang Toru Barat saat ini diperkirakan berjumlah 577-760 individu. (mdk/noe)

Baca juga:
Kasihan, Bayi Orangutan Ini Tersesat di Hutan Kutai Timur
Bayi Orangutan 'Edelweiss' Lahir di Pusat Reintroduksi Jantho, Aceh
Kisah Pilu Orang Utan 'Hope' Diberondong Senapan Angin, Kritis Ditembus 74 Peluru
Dipelihara Warga Secara Ilegal, Ini Nasib Orang Utan yang Kini Berhasil Diselamatkan
Petugas Konservasi Tempuh Perjalanan 11 Jam Demi Selamatkan Bayi Orangutan
Penyelamatan Dua Orang Utan di Jawa Tengah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami