Masuk PNG Secara Ilegal, Gubernur Papua Bayar Tukang Ojek Rp100.000

Masuk PNG Secara Ilegal, Gubernur Papua Bayar Tukang Ojek Rp100.000
Gubernur Papua Lukas Enembe diantar pulang Konsul RI di Vanimo Allen Simarmara, Jumat (2/4). ©2021 Merdeka.com
NEWS | 2 April 2021 17:15 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Gubernur Papua Lukas Enembe mengakui telah memasuki Papua Nugini (PNG) secara ilegal. Tukang ojek yang mengantarnya melewati jalan tradisional atau jalan tikus menuju perbatasan di Skouw, mengaku sempat diberi uang Rp 100.000.

"Saat saya mengantar ke perbatasan PNG, Rabu (31/3), tidak mengetahui bila yang diantar adalah Gubernur Papua Lukas Enembe, karena menggunakan masker dan dibonceng bersama salah satu penumpang yang ikut bersamanya," kata Hendri, pengojek yang ditemui Antara di sekitar Skouw, perbatasan RI-PNG, Jumat (2/4).

Tarif normal ojek ke perbatasan PNG melalui jalan tikus atau jalan tradisional hanya 2 kina (kina adalah mata uang PNG, kurs di pasaran sekitar Rp 4.000/kina). Hendri sempat menyampaikan ongkos ojek yang diberi terlalu besar. Namun salah seorang yang mendampingi Enembe menyatakan agar uang itu dibagi dengan rekannya yang mengangkut penumpang lain dalam rombongan itu.

Rombongan yang ternyata adalah Gubernur Lukas Enembe itu diantar hingga ke perbatasan. Di seberang tidak tampak penjemput, hanya beberapa tukang ojek.

"Saya baru mengetahui bila yang dibonceng adalah Gubernur Enembe setelah diberi tahu rekan tukang ojek lainnya," kata Hendri yang mengaku baru berprofesi sebagai tukang ojek di perbatasan sekitar dua tahunan, setelah menjadi sopir angkot.

Sebelumnya, Papua Nugini telah mendeportasi Gubernur Papua Lukas Enembe beserta dua orang pendamping yang masuk ke wilayah negara itu secara ilegal (tanpa dokumen).
Enembe mengakui masuk ke negara tetangga itu melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek untuk tujuan berobat dan melakukan terapi.

"Saya mengetahui apa yang dilakukan salah karena melintas dan masuk wilayah PNG melalui jalan setapak dengan menggunakan ojek," aku Enembe seusai pemeriksaan tes antigen guna mengetahui apakah terpapar Covid-19 atau tidak.

Enembe menjelaskan dirinya ke Vanimo, PNG, Rabu (31/3), untuk melakukan pengobatan atas penyakit yang dideritanya. Dia menjalani terapi di daerah itu.

Enembe telah kembali lagi ke Jayapura pada Jumat (2/4) sekitar pukul 11.30 WIT melalui Pos Lintas Batas Nevada (PLBN) Skouw. Pemulangannya dari Vanimo, PNG, diantar Konsul RI di Vanimo Allen Simarmata. Setibanya di zona netral dijemput Konsul Jenderal Papua New Guinea Geoffrey L Wiri serta Kepala Badan Urusan Perbatasan dan Kerja sama Luar Negeri Pemprov Papua Suzana Wanggai.

Baca juga:
Dideportasi Papua Nugini, Lukas Enembe Akui Masuk Lewat Jalan Setapak Naik Ojek
Masuk Papua Nugini Secara Ilegal, Gubernur Papua Lukas Enembe Dideportasi
Bertemu Gubernur Papua, Wapres Ma'ruf Bahas Soal Perlindungan Hingga Vaksinasi Covid
Satgas Covid-19 Sebut Gubernur Papua Negatif Corona
Gubernur Papua Lukas Enembe Dievakuasi ke Jakarta
Gubernur Lukas Enembe Sebut Korban Tewas Akibat di Papua Jadi 30 Orang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami