Masyarakat Diminta Tak Telan Mentah-mentah Info di Medsos, Laporkan Jika Hoaks

Masyarakat Diminta Tak Telan Mentah-mentah Info di Medsos, Laporkan Jika Hoaks
PERISTIWA | 6 Februari 2020 19:35 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Perkembangan zaman membuat informasi semakin deras diterima masyarakat. Di era digital ini tidak hanya melalui media massa, masyarakat juga mudah mendapat berita dari media sosial (medsos).

Mantan Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengingatkan pentingnya peran media dalam membangun jati diri dan mencerdaskan bangsa. Menurutnya, pers harus berperang melawan konten hoaks, adu domba, dan politik identitas.

"Boleh saja konten medsos menjadi sumber informasi, tapi tetap tugas jurnalistik itu adalah melakukan cek dan ricek, memeriksa fakta, kemudian setiap informasi itu harus diverifikasi, klarifikasi dan dikonfrontasi kepada pihak-pihak terkait," ujar Yosep dalam keterangannya, Kamis (6/2).

Menurut Yosep, untuk menjadikan sebuah berita menjadi produk jurnalistik itu harus sesuai dengan kode etik jurnalistik. Sedangkan di medsos siapa saja bisa menulis tanpa mengikuti kode etik jurnalistik.

Yosep mengatakan bahwa dalam UU Pers, produk jurnalistik adalah produk berita yang dihasilkan oleh sebuah badan hukum yang dilakukan oleh wartawan.

"Sayangnya para pejabat kita banyak yang tidak paham mengenai ini sehingga mereka sering kali menggunakan medsos untuk menerima informasi dari orang-orang yang tidak jelas dan tidak berbadan hukum, sehingga muncul namanya hoax," tuturnya.

Selain itu Yosep juga mengungkapkan bahwa di medsos semua orang bisa menulis yang kemudian bisa di forward kemana-mana hingga kemudian viral. Dia mencontohkan soal virus corona. Media-media mainstream menulis dengan melakukan klarifikasi dari sumber-sumber resmi seperti Kementerian Kesehatan dan Kemenlu.

"Kalau di medsos tidak, dan celakanya malah yang di medsos yang cepat viral," kata mantan Wakil Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu.

Yosep menyampaikan, jika ada media online yang banyak mengutip sumber dari media sosial, tinggal dicek saja media onlinenya berbadan hukum atau tidak di Dewan Pers. Karena kalau Dewan Pers pasti akan melakukan uji kompetensi, kemudian melakukan verifikasi perusahaan-perusahaan pers.

"Tinggal sekarang bagaimana kita melakukan media literasi kepada masyarakat, khususnya tentang literasi digital agar masyarakat bisa mencari sumber informasi rujukan yang benar," ungkapnya.

Oleh sebab itu, menurutnya, pemerintah bersama Dewan Pers harus bersinergi untuk membangun wawasan tentang media literasi. Masyarakat juga harus berperan aktif melaporkan informasi-informasi yang tidak benar.

"Jadi aparat kepolisian bekerjasama dengan Kemkominfo melakukan proses tindakan hukum dan pemblokiran akun. Lalu kementerian terkait seperti Kemendikbud dan yang lain juga bisa ikut berperan membantu sosialisasi kepada murid dan masyarakat termasuk juga BNPT untuk mencegah penyebaran paham radikalisme dan terorisme," pungkas Yosep. (mdk/did)

Baca juga:
Pria 53 Tahun Diciduk Lantaran Sebar Hoaks Kematian Siswi SMP di Tasik
Kemenkes: Korban Virus Corona Belum Sebanyak SARS & Flu Burung, Jangan Kemakan Hoaks
Menkominfo: Berita Hoaks Corona Banyak Tersebar di WhatsApp
Kemkominfo Update 54 Hoaks Terkait Virus Corona, Berikut Daftarnya
Menkominfo sebut Informasi Hoaks Virus Corona Meningkat 2 Kali Lipat
Masyarakat Diminta Kritis, Lawan Konten Intoleransi di Medsos
Sebar Berita Bohong di Media Sosial, Pria Ngaku Wartawan Diciduk Polisi
Empat Warga Malaysia Ditangkap karena Sebarkan Berita Hoaks soal Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami