Mau Pulang ke Negara Asal, Kapal Pesiar WNA Terdampar di Bengkalis

Mau Pulang ke Negara Asal, Kapal Pesiar WNA Terdampar di Bengkalis
PERISTIWA | 29 Maret 2020 01:03 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Kapal pesiar yang ditumpangi 5 Warga Negara Asing (WNA) yakni asal Thailand dan Inggris kembali terdampar di Perairan Kabupaten Bengkalis. Ini kejadia yang kedua kalinya dialami kapal pesiar bernama lambung Mv Lady Yeeda yang karena mengalami kerusakan.

Ada pun lima WNA tersebut di antaranya adalah Naithan Phaetphiriyachidachot (14), Ratdawan Phraechaisong (47), Budsaba Phaechaisong (41) dan Det Thummanee (40) yang warga negara Thailand. Serta Roger Antony Pumphrey (50), warga asal Inggris.

"Mereka ingin pulang ke negara asalnya. Ada yang dari Inggris, ada juga warga asal Thailand," ujar Kadis Kominfo Pemprov Riau, Chairul Riski kepada merdeka.com, Sabtu (28/3).

Riski mengatakan, berdasarkan informasi dari Kantor Imigrasi Bengkalis pada Kamis (26/03) sekitar pukul 12.00 - 13.00 Wib, kelima WNA itu datang ke Kantor Imigrasi Bengkalis di Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian, untuk melaporkan rencana keberangkatannya keluar dari Indonesia.

Menurut keterangan Roger salah satu WNA itu, mereka akan berangkat ke Thailand pada sore harinya. Setelah melaporkan rencana keberangkatan, kemudian paspor mereka diterakan cap keberangkatan (izin keluar).

"Namun karena perhatian kami terfokus pada antisipasi pencegahan penyebaran virus corona, sehingga belum sempat diinformasikan ke rekan-rekan Timpora pada kesempatan pertama," ucap Riski.

Dari keterangan dari pihak hotel Pantai Marina, para WNA itu telah melakukan check out hotel pukul 13.00 Wib dan berangkat di sore hari meninggalkan dermaga marina Bengkalis.

Sedangkan, pada malam harinya sekitar pukul 22.00 Wib, kapal milik mereka ditemukan terdampar di Pantai Desa Sri Tanjung Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis.

Kapal itu pertama diketahui oleh Farit yang merupakan warga Desa Sri Tanjung. Ia menemukan kapal pesiar itu saat hendak pergi menangkap ikan di perairan dekat desanya tersebut.

"Salah seorang penumpang kapal memanggil dengan berbicara menggunakan bahasa asing. Karena tidak paham maka ia melaporkan ke aparat desa setempat," katanya.

Setelah dilakukan pengecekan terhadap temuan itu, diketahui kapal tersebut ternyata kehabisan bahan bakar dan navigatornya mengalami kerusakan.

"Kapal saat itu ditinggal karena kondisi sudah larut malam dan posisinya kandas di pinggir pantai," bebernya.

Keesokan harinya, petugas kembali ke lokasi kapal tersebut terdampar. Namun, belum diketahui persis apakah ada kerusakan mesin lagi, namun ditemukan kekosongan bahan bakar. Kemudian dilakukan pengisian bahan bakar.

Meski begitu hingga saat ini masih berada pada posisi kapal itu terdampar. Lantaran, petugas menunggu pasang air laut untuk dapat diketahui dapat dijalankan atau mati kerusakan mesin.

Sebelumnya, lima WNA itu telah menjalani isolasi di RS Bengkalis. Dari hasil pemeriksaan kesehatan oleh petugas KKP, tidak ada yang mengalami gejala batuk pilek, deman, sesak napas dan nyeri menelan seperti gejala Covid-19. (mdk/rhm)

Baca juga:
Mesin Kapal Mati, Lima WNA Terombang Ambing di Selat Malaka
Penampakan Kapal Hantu Terdampar di Irlandia
KMP Salvatore Mati Mesin, Puluhan Penumpang 3 Jam Terombang-Ambing di Laut
Bangkai Kapal Misterius Terdampar di Pantai Karangasem Bali
Kapal Pengantar Logistik Pemilu 2019 Karam di Pulau Rusa
Mesin Mati Satu, Kapal Tongkang Angkut Batubara Terdampar di Pantai Lumajang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami