Mayat Korban Kapal Motor Tenggelam Mulai Sulit Dikenali

PERISTIWA | 18 Juni 2019 11:04 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Untuk mengidentifikasi mayat korban Kapal Motor Arin Jaya yang ditemukan tenggelam di sekitar perairan antara Pulau Sapudi dan Pulau Giliyang, Polda Jatim mendirikan posko Disaster Victim Identification (DVI). Posko ini diperlukan, lantaran beberapa mayat sudah mulai sulit dikenali.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pendirian posko tersebut bekerja sama dengan Polres setempat. Ia mengatakan, untuk saat ini baru dua jenazah yang sudah teridentifikasi dan sudah dipulangkan ke keluarga masing-masing.

"Posko DVI sudah didirikan. Karena mayat yang kemarin ditemukan dua sudah diidentifikasi dan diserahkan keluarga. Ini yang 13 lagi akan kita identifikasi 11 sudah sampai 2 dalam perjalanan. Total mayat yang kita temukan ada 15," tegasnya, Selasa (18/6).

Ia menambahkan, tenaga DVI dibutuhkan untuk mengidentifikasi jenazah yang baru ditemukan. Ia menyatakan, jika lebam pada jenazah-jenazah itu sudah lewat sehingga sulit dikenali dan perlu dilakukan identifikasi lagi.

"Kita membutuhkan tenaga DVI. Di posko ini mengidentifikasi, lebam mayat sudah lewat dan perlu diidentifikasi lagi," tambahnya.

Terkait dengan proses pencarian korban kapal tenggelam, petugas gabungan dari Angkatan Laut, Pol Air, Polres setempat dan masyarakat saling bahu membahu menyisir perairan sekitar lokasi kecelakaan.

Ia mengakui, proses tersebut tidak mudah, lantaran terhalang tingginya ombak yang harus dihadapi petugas. "Di sana ada Angkatan Laut, Pol Air, Polres dan masyarakat. Ombak cukup tinggi ya sekarang 2 sampai 3 meter, kita terkendala itu," ujarnya.

Sebelumnya, Kapal Motor Arim Jaya yang dinahkodai oleh Arim, warga Desa Guwa-Guwa Kecamatan Ra'as, Kabupaten Sumenep berangkat dari Pelabuhan Guwa-Guwa.

Data terakhir sementara dari Polda Jatim, KM Arin Jaya ini, diperkirakan mengangkut penumpang sekitar 57 orang. Kapal tidak hanya dinahkodai oleh Arim. Namun ia dibantu oleh Marwi.

Setelah kapal berangkat, sekitar pukul 10.00 WIB, sesampainya di perairan pertengahan Pulau Sepudi dan Kepulauan Giliyang, perahu terkena ombak besar. Hal ini, diduga mengakibatkan kapal terguling dan kemudian tenggelam pada Senin (17/6).

36 orang dinyatakan selamat, dan 15 orang dinyatakan tewas. Sedangkan 6 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.

Baca juga:
13 Penumpang Kapal Motor Tenggelam di Laut Madura Hilang Ditemukan Tewas
Kronologi Kapal Motor Arin Jaya Tenggelam di Laut Madura
Kapal Motor Arin Jaya Tenggelam di Laut Madura Diduga Kelebihan Muatan
Kronologi KM Nusa Kenari 02 Tenggelam di Perairan Pulau Alor
Kapal Motor Arin Jaya Tenggelam di Laut Madura, 2 Orang Meninggal & 9 Hilang
Hendak Selfie, 2 Pemuda Malah Tewas Usai Kapal Terbalik ke Danau

(mdk/cob)

TOPIK TERKAIT