Mayat Perempuan Terbungkus Seprai di Sungai Jeneberang Pencari Kerja Asal Kupang

PERISTIWA » MAKASSAR | 19 November 2019 23:54 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Identitas mayat perempuan ditemukan warga terbungkus dan terikat seprai, Minggu (17/11) pagi, akhirnya terungkap. Mayat yang ditemukan di tepi Sungai Jeneberang, Kampung Panakkukang, Kecamatan Tamalate, Makassar, ini bernama Jumimce Sabneno (32), warga asal Desa Oelbanu, Kecamatan Amfoang Selatan, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kepastian identitas mayat itu setelah dilakukan autopsi atas persetujuan keluarga. Sebelumnya dilakukan rekonsiliasi untuk mempertemukan data ante mortem dan post mortem korban. Antara lain jari kiri korban gunakan kuteks ungu, cincin logam warna silver, gigi depan ada karang gigi, tahi lalat di hidung kanan.

"Telah datang ke kami bapak Nimuel Baitanu bersama istri, paman dan bibi korban yang mengenali korban. Mereka memberi keterangan sangat rinci tentang ciri-ciri korban dan properti yang melekat di tubuh korban sehingga kita meyakini kalau mereka benar keluarga korban. Mereka tahu keberadaan korban melalui informasi yang disebar Biddokkes ke media sosial lalu mereka menghubungi nomor call center. Akhirnya outupsi dilakukan sesuai permintaan mereka," kata Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Polisi Raden Harjuno bersama timnya saat merilis di gedung Biddokes, Jalan Kumala, Makassar, Selasa (19/11) malam.

Keterangan paman korban, Nimuel Baitanu (54), seorang pendeta, kata Harjuno, bahwa Jumince adalah ibu dua anak yang telah ditinggal mati suaminya. Dia ke Makassar untuk mencari pekerjaan. Dan selama di Makassar, tinggal di kediaman Nimuel di Jalan Manuruki Raya Permai Villa Kanaan Bontosanra, Kecamatan Biringkanayya, Makassar.

"Korban datang ke Makassar untuk mencari pekerjaan. Sempat menyampaikan akan kerja di toko roti," ujar Harjuno mengulang keterangan paman korban.

Lebih jauh dijelaskan, luka yang ditemukan di tubuh korban adalah luka lebam di rahang kanan dan hidung. Juga luka lecet geser kaki kanan di atas mata kaki. Diperkirakan interval waktu kematian korban hingga ditemukan warga itu enam jam hingga delapan jam.

"Ada luka di tubuh korban tapi bukan wilayah kami untuk menyampaikan jika luka itu akibat tindakan pembunuhan. Biarlah penyidik yang menyampaikan nanti," pungkasnya.

Baca juga:
Mahasiswi di Bone Ditemukan Tewas di Samping Bayi Baru Dilahirkannya
Petugas PPSU Temukan Mayat Bayi Terbungkus Kain Kafan di Kali Baru Barat
Polisi Segera Ungkap Sketsa Wajah Mayat Pria dalam Koper
Pamit Bertapa di Gunung, Dindin Ditemukan Meninggal Dunia di Hutan
Jasad Sudah Membusuk, Seorang Paranormal di Gunungkidul Ditemukan Tewas di Rumah
Mayat Perempuan Terbungkus Seprai Gegerkan Warga Panakkukang Makassar
Warga Lebak Digegerkan Penemuan Mayat Pria Membusuk di Kebun Rambutan

(mdk/gil)

TOPIK TERKAIT