Mayat Pria Luka di Kepala Ditemukan Nelayan di Pinggir Pantai Pancer Jember

Mayat Pria Luka di Kepala Ditemukan Nelayan di Pinggir Pantai Pancer Jember
PERISTIWA | 5 April 2020 01:02 Reporter : Muhammad Permana

Merdeka.com - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan tergeletak di Pantai Pancer, Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, Sabtu (4/4) pagi. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan berumur 60 tahun.

Jasad itu pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat. Korban ditemukan dalam kondisi telentang dan terdapat luka di kepala.

“Saat ditemukan korban sudah meninggal, dan ada luka di kepala, mungkin korban belum lama meninggal, sebab darah di luka korban juga masih basah,” ujar Catur, saksi mata yang juga nelayan setempat.

Catur juga mengatakan, selain tidak mengenali korban, dirinya juga tidak melihat adanya warga asing yang berlalu lalang di sekitar pantai. "Semalam tidak ada orang yang datang ke pantai mas. Kan saya setiap hari di sini. Tapi kalau dilihat, darahnya masih basah, mungkin korban meninggal belum lama," ujar Catur.

Tidak lama setelah warga ramai-ramai mendatangi lokasi ditemukannya mayat di bibir pantai Pancer Puger, polisi tiba di lokasi kejadian. Sembari mencari keterangan dari beberapa saksi, polisi langsung mengevakuasi mayat korban.

Kapolsek Puger AKP Ribut Budiyono, membenarkan adanya laporan mayat tanpa identitas di wilayahnya. Di sekitar jenazah tidak ditemukan adanya dokumen identitas seperti.

Namun, setelah tersiar kabar penemuan jenazah di pantai, seorang warga lain ada yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Warga tersebut menduga jenazah adalah anggota keluarganya, berdasarkan ciri-ciri fisik.

"Sudah kita identifikasi atas nama Pak Jasid, warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger," papar Ribut saat dikonfirmasi.

Kepada polisi, pihak keluarga mengak bahwa korban pergi seorang diri memakai perahu kecil untuk mencari ikan pada Jumat (3/4) petang.

Namun polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Sebab ditemukan luka di bagian kepala korban.

"Polisi masih melakukan penyelidikan dengan meminta visum ke RSD dr Soebandi. Jenazah sudah berada di kamar mayat rumah sakit. Nanti dari hasil visum akan diketahui penyebab kematian korban, apakah karena tindak kekerasan atau akibat kecelakaan laut," pungkas Ribut. (mdk/gil)

Baca juga:
Mengingat Kembali Kasus Kematian Akseyna Ahad Dori, Sudah 5 Tahun Mandek
Diduga Terbelit Utang, Personel Sabhara di Medan Gantung Diri
Penumpang Bus Primajasa Meninggal, Petugas RS Evakuasi Gunakan APD
Diduga Sakit Jantung, Driver Ojek Online Meninggal saat Tunggu Orderan di Tebet
Jenazah WN India di Cikarang, Petugas Evakuasi Gunakan SOP Virus Corona

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Gerak Cepat Jawa Barat Tangani Corona - MERDEKA BICARA with Ridwan Kamil

5