Mega: Jangan abaikan teriakan rakyat

Mega: Jangan abaikan teriakan rakyat
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. merdeka.com/dok
NEWS | 17 Maret 2012 17:34 Reporter : Pramirvan Datu Aprillatu

Merdeka.com - Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri meminta semua kader partai yang dipimpinnya untuk membantu rakyat menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Menurut dia, tidak seharusnya mengabaikan teriakan rakyat.

"Jangan sampai kita mengabaikan teriakan rakyat yang masih terus sampai hari ini, rakyat mengatakan harga barang lainnya sudah naik sebelum BBM naik, lalu itu tidak didengarkan, padahal bagi partai politik harga mati untuk mendengarkan suara rakyat," ujar Megawati di hadapan kader PDIP di Mataram, Sabtu (17/3).

Megawati menyampaikan pidato politik sebagai bagian dari kegiatan pemantapan tiga pilar partai yakni struktur, legislatif dan eksekutif di wilayah NTB. Di hadapan sekitar 5.000 orang kader PDIP di wilayah NTB, Megawati memperbolehkan kader partainya melakukan aksi penolakan terhadap kenaikan harga BBM yang direncanakan pemerintah mulai 1 April 2012.

"Saya sudah dengan sopan mengatakan, kami tidak menerima kenaikan harga BBM, kami menolak kenaikan harga BBM. Tetapi jangan hanya Ibu sendiri yang berkoar-koar dan masuk TV, kalian semua harus membantu rakyat yang tidak bisa menerima kenaikan harga BBM," kata Mega. "Tetapi, jangan melakukan tindakan kekerasan, karena partai kita (PDIP) adalah partai yang tertib, disiplin dan solid," imbuh Mega.

Mega menegaskan, partai yang dipimpinnya telah sepakat untuk menolak kenaikan harga BBM. Semua kader partai yang ada di Fraksi PDIP DPR, juga sudah diinstruksikan untuk menolak kenaikan harga BBM itu, dalam rapat-rapat di gedung DPR.

"Nanti fraksi-fraksi di DPR yang menyikapinya. Kita tunggu saja hasil paripurna DPR, apakah BBM jadi naik atau tidak, perhatikan itu. Saya mengatakan ditelaah dulu dengan baik, kita jangan asal omong, kita musti menjadi orang yang rasional, tetapi mempunyai budi pekerti yang baik," ujarnya.

(mdk/tts)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami