Megawati Menangis saat Resmikan Patung Bung Karno di Palu

Megawati Menangis saat Resmikan Patung Bung Karno di Palu
Stockshoot petinggi parpol. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
NEWS | 22 Juli 2020 16:49 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menitikan air mata saat meresmikan Monumen Mutiara Bangsa yang juga dibangun patung Bung Karno. Megawati mengenang dedikasi sang proklamator RI Soekarno terhadap kemerdekaan bangsa-bangsa dunia.

Dalam peresmian yang dilakukan secara virtual, Presiden Kelima RI ini mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Palu Hidayat dan warganya yang mempersembahkan patung Bung Karno. Megawati teringat pada 2 Oktober 1957, Bung Karno menegaskan Palu sebagai salah satu mutiara di khatulistiwa Indonesia.

"Karena itu, kapasitas saya juga sebagai Presiden Kelima RI, dengan ini mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Bapak Wali Kota dan masyarakat Palu dengan dibangunnya sebuah Monumen Mutiara Bangsa. Dan dengan itu, mengucapkan bismillahirrohmanirrohim, saya resmikan kehadiran Monumen Mutiara Bangsa ini," kata Megawati dalam acara peresmian 20 Kantor DPD/DPC PDIP, Rabu (22/7).

Megawati mengatakan, Bung Karno menunjukan kebenaran, dedikasi dan pengabdian kepada rakyat Indonesia adalah suatu perjalanan tiada akhir. Hal itu yang membuktikan ide, gagasan, dan cita-cita Bung Karno terhadap bangsa tidak bisa dibunuh oleh siapa pun. Termasuk falsafah Pancasila yang digali dari bumi Indonesia.

Putri Proklamator RI ini tak bisa lagi menahan tangisnya seusai menyampaikan hal demikian. Raut wajahnya berubah pilu. Dia meneteskan air mata sembari melanjutkan pidatonya dengan suara yang terbata-bata.

"Bung Karno bukan karena beliau ayah saya, tetapi sebagai manusia selama membaktikan hidupnya, bukan bagi bangsa Indonesia saja, tetapi juga perjuangan beliau dalam dinamika dunia internasional," ucap Megawati sesekali menyeka air mata di pipinya.

"Kemarin Ibu Puan Maharani, Ketua DPR, juga secara virtual telah meresmikan Monumen Soekarno yang dengan dipercantik dengan sebuah patung Soekarno dari lempengan-lempengan besi karya pematung Dolorosa Sinaga di Alger, Aljazair sebagai bentuk persahabatan dua negara dan peran Bung Karno yang telah membantu perjuangan rakyat Aljazair memperoleh kemerdekaannya di tahun 1962," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Menurut Megawati, hal itu menjadi bukti negara internasional menyayangi dan menghormati Bung Karno. Banyak negara mengingat perjuangan Bung Karno seperti pada Jalan Ahmed Sukarno di Mesir, Jalan Rue Soekarno di Maroko, dua Soekarno Square Khyber Bazar di Peshawar dan Soekarno Bazar di Lahore Pakistan. Ada juga Masjid Biru Soekarno di Rusia dan Masjid Agung Sobornaya Moskow terpampang foto Bung Karno.

"Dan sumbangan beliau pada raja di arab untuk menanam pohon kalau kita melakukan ibadah haji terkenal dengan Pohon Soekarno di Arab Saudi," tambah Megawati.

Oleh karena itu, Megawati mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengikuti semangat dan gagasan Bung Karno. Termasuk para kader PDIP serta pemimpin yang akan menahkodai Indonesia saat ini dan kedepannya.

"Kita sebagai kader beliau harusnya terus melaksanakan cita-cita dan juga pemimpin bangsa yang lain. Cita-cita kemerdekaan bahwa kita dapat menjadi sebuah negara yang diakui oleh dunia internasional," kata dia.

Hari ini, PDIP resmikan empat kantor partai untuk tingkat provinsi, yakni kantor DPD PDIP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, DPD PDIP Provinsi Kalimantan Tengah, DPD PDIP Provinsi Jambi, dan DPD PDIP Provinsi Kalimantan Barat.

Serta 16 kantor partai tingkat kabupaten/kota atau biasa disebut DPC turut diresmikan. Yaitu DPC PDIP Kabupaten Karangasem, DPC PDIP Kabupaten Klungkung, DPC PDIP Kabupaten Katingan, DPC PDIP Kabupaten Gunung Mas, DPC PDIP Kota Palangka Raya, DPC PDIP Kota Palu, DPC PDIP Kabupaten Sorong, DPC PDIP Kabupaten Pasuruan, DPC PDIP Kabupaten Sikka, DPC PDIP Kabupaten Banggai, DPC PDIP Kabupaten Bangai Laut, DPC PDIP Kota Mataram, DPC PDIP Kabupaten Sarolangun, DPC PDIP Kabupaten Kulon Progo, DPC PDIP Kabupaten Banyuwangi dan DPC PDIP Kabupaten Tuban.

(mdk/rnd)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini