Megawati Minta Daerah Tak Lalai Hadapi Bencana: Antisipasi dengan Gotong Royong

Megawati Minta Daerah Tak Lalai Hadapi Bencana: Antisipasi dengan Gotong Royong
PDIP umumkan calon kepala daerah di Pilkada 2020. ©Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 27 Oktober 2021 17:48 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepala daerah untuk cepat tanggap mencegah ancaman bencana alam di Indonesia. Menurut Megawati, selama ini para kepala daerah lalai terhadap upaya pencegahan bencana. Ia pun mendorong kesadaran manusianya dan pemanfaatan teknologi untuk mencegah bencana.

"Dengan segala hormat, saya merasa ini sebetulnya terjadi yang namanya bencana alam itu karena kelalaian, termasuk dari pimpinan-pimpinan daerah yang kurang menanggapi. Bahwa ini sebetulnya paling tidak bisa dihindari dengan tentunya bantuan teknologi, dan kesadaran manusianya sendiri," kata Megawati saat menyampaikan pembukaan pelatihan kebencanaan 'Lanina, Fenomena dan Dampaknya' yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP, Rabu (27/10).

Sebagai seorang ibu, Megawati mengaku sering terenyuh terhadap bencana yang ada. Ketua Umum PDIP ini mengaku tahu betapa besarnya peran kepala daerah untuk mencegah bencana terjadi.

Megawati mengatakan, pesannya itu bukan hendak gagah-gagahan. Tetapi ingin menyadarkan semua pihak besarnya skala ancaman bencana alam, dan mengajak semua pihak bergotong royong.

"Mari kita gotong-royong untuk misalnya bagaimana mengubah tata ruang," ujar Megawati.

Megawati mengingatkan, bencana alam selalu pasti akan terjadi. Potensi bencana alam di Indonesia itu sebuah keniscayaan. Ia pun menceritakan dialognya dengan mantan Wapres Amerika Serikat Al Gore.

Al Gore menyampaikan kepada Megawati bahwa Indonesia sangat rapuh. Megawati pun mengiyakan dan menekankan karena Indonesia berada di wilayah cincin api Pasifik. Al Gore lalu menunjukkan peta prediksi bencana kepada Megawati. Ditunjukkannya potensi bencana ke Indonesia.

"Ini lihat, akan terjadi disaster, Mega. Kalau tidak semuanya awareness-nya itu kuat, kewaspadaannya kuat dari seluruh dunia. Jadi tidak hanya asal ngomong. Beliau bilang begitu. Karena apa? Akibat pemanasan global," kata Megawati.

Kemudian Megawati menjelaskan akibat pemanasan global terjadi pencairan es di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Bongkahan besar es di sana bukan hanya meleleh, namun terpotong dan terpecah belah dan jatuh ke laut.

Megawati lalu menceritakan pengalamannya ke Bhutan yang menjadi salah satu negara yang diawasi oleh badan PBB, UNESCO. Seperti Nepal, Bhutan berada di bawah Pegunungan Himalaya yang penuh es. Karena pemanasan global, es itu mencair dan patah-patah.

"Esnya patah-patah dan membuat di daerah Bhutan, Himalaya itu, terjadi danau yang terdiri dari es. Sehingga selalu diamati oleh UNESCO. Bahwa kalau suatu ketika satu saja retak, ini disaster bagi Bhutan. Bisa sebagian Bhutan itu tenggelam," jelas Megawati.

"Saya menceritakan ini adalah bukan dengan maksud menakuti, tidak. Ini adalah sebagai sebuah pengetahuan kita. Mengapa sekarang kita tidak bisa lagi berpikir normal. Rasanya ya sudah SOS," tegasnya.

Untuk kondisi Indonesia, Megawati mengatakan kondisinya juga tak berbeda krusialnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani pernah menyampaikan ke Megawati soal betapa besarnya kerugian finansial ketika terjadi bencana alam. Contohnya bencana likuifaksi di Palu, beberapa waktu lalu.

"Tolong, saya bukan mau sok-sokan. Saya ingin berbagi pengalaman. Bahwa ini sebenarnya bisa (kita antisipasi) asal kita gotong royong," kata Megawati.

"Sebelum terjadi bencana, jadi pencegahan dan pasca bencana sudah direncanakan, lalu diorganisir," tegasnya.

Acara itu digelar atas kerjasama PDIP dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Sosial RI.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto ikut hadir membuka acara bersama Wasekjen Sadarestuwati, serta Ketua DPP PDIP RIbka Tjiptaning dan Hamka Haq. Sementara sebagai pembicara adalah Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi, Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Peserta pelatihan itu adalah seluruh perwakilan Baguna PDIP dan pengurus partai dari seluruh Indonesia. (mdk/ray)

Baca juga:
Demokrat: Era SBY Tak Pernah Menjelekkan Pemerintahan Megawati
PDIP Tegaskan Soal Pilpres Urusan Megawati, Kader Tak Disiplin Silakan Keluar Partai
Megawati sebut Kegiatan Keagamaan dan Budaya Lokal Bisa Berjalan Bersamaan
Potret Cantik Pinka Haprani, Cucu Megawati Lama Tak Tersorot yang Gemar Dunia Fashion
Beri Pengarahan, Megawati Minta Anggota Polri Tidak Cuma Mikir Karir

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami