Megawati minta sejarawan Indonesia bersikap objektif

PERISTIWA | 30 November 2017 19:01 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri meminta para sejarawan Indonesia menceritakan sejarah seobjektif mungkin. Pesan itu disampaikan Mega ketika menjadi pembicara peluncuran trilogi buku sejarah Soekarno di Museum Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

"Saya mendorong para sejarawan Indonesia bersikap seobjektif mungkin menceritakan hal di Indonesia ini untuk jadi bahan pemikiran di masa yang akan datang," ujar Megawati.

Megawati mengingatkan, sejarah merupakan hal penting supaya peristiwa masa lalu tak hilang begitu saja. Menurutnya, masih banyak sejarah Indonesia yang bisa digali. Megawati ingin sejarah Indonesia bisa diceritakan secara utuh dan tidak terputus.

"Sehingga ada missing link, saya takut bahwa ada alur sejarah Indonesia menjadi air yang mengalir, terputus-putus," ucapnya.

Tiga buku sejarah serial Presiden Soekarno diluncurkan di Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (30/11). Adapun tiga serial itu berjudul Mengincar Bung Besar: Tujuh Upaya Pembunuhan Presiden Soekarno; Ho Chi Minh & Soekarno: Kisah Perjuangan Hi Chi Minh Memerdekakan Bangsa Vietnam dan Persahabatannya dengan Presiden Soekarno; dan Kennedy & Soekarno: Mengungkap Berbagai Teori Pembunuhan John F. Kennedy dan Kisah Persahabatannya dengan Presiden Soekarno. (mdk/noe)

Baca juga:
Megawati hadiri peluncuran buku Seri Historia
Megawati ceritakan kesedihan Soekarno saat JF Kennedy dibunuh
Cerita Megawati kecil heran Ho Chi Minh cuma pakai sandal temui Soekarno
Megawati ceritakan percobaan pembunuhan Soekarno dengan granat dan tembakan
Keluarkan rekomendasi, Megawati restui Asrun-Hugua maju Pilgub Sultra
Megawati: Bantu rakyat jangan bedakan suku, agama & pilihan partai politiknya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.