Meja Peninggalan Sultan HB VIII di Keraton Yogyakarta Rusak Karena Ulah Pengunjung

PERISTIWA | 16 Desember 2019 16:48 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Sebuah meja marmer peninggalan Sultan HB VIII yang tersimpan di Museum Keraton Yogyakarta rusak. Meja peninggalan Sultan HB VIII rusak karena ulah wisatawan yang ingin berswafoto di area tersebut.

Putri Sultan HB X, GKR Hayu mengunggah rusaknya meja peninggalan Sultan HB VIII ini di akun Twitter pribadinya. Dalam cuitannya ini, GKR Hayu menuliskan perihal rusaknya meja tersebut.

"Katanya tulisan dilarang pegang, dilarang foto itu mengurangi keindahan museum/pameran. Tapi untuk menghadapi jenis orang butuh konten, tapi ndak bisa baca gini gimana?" kicau Hayu di Twitter, Senin (16/12).

Tak hanya mencuit, putri keempat Sultan HB X ini juga turut mengunggah sebuah video. Di video itu terlihat area display meja milik Sultan HB X porak poranda.

1 dari 2 halaman

Dalam video itu terlihat marmer yang dipakai untuk meja jatuh ke lantai. Sedangkan kaki meja berwarna emas tersebut rusak.

"Ada yang mau duduk di pelenggahan dari HB VIII dan selfie, sukses nyamplak (menyenggol) meja marmer," tulis GKR Hayu.

Dalam twit berikutnya, GKR Hayu menjelaskan jika pengunjung yang menyenggol meja tersebut sudah mengatakan akan mengganti kerusakan. Hanya saja GKR Hayu menyebut tak semua barang bisa diganti.

"Orangnya sudah menyatakan akan mengganti kerugian Tp intinya kan bukan itu Barang2 di @kratonjogja tidak semua gampang diganti," tegas GKR Hayu.

2 dari 2 halaman

Wisatawan Penyebab Rusaknya Peninggalan Sultan HB VIII

Seorang wisatawan menyenggol meja peninggalan Sultan HB VIII yang dipajang di Museum Keraton Yogyakarta, Senin (16/12). Wisatawan tersebut menyenggol meja marmer peninggalan Sultan HB VIII karena ingin berswafoto di area tersebut.

Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Mas Bekel Purakso Wiarjo menuturkan jika peristiwa rusaknya meja marmer peninggalan Sultan HB VIII terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, ada rombongan wisatawan dari Bandung yang mengunjungi Museum Keraton Yogyakarta.

Purakso mengungkapkan saat kejadian, dirinya sedang berada di Museum Keraton Yogyakarta area Batik. Saat itu dirinya mendengar suara keras seperti benturan. Saat dicek ternyata ada seorang wisatawan asal Bandung yang naik ke podium tempan display meja peninggalan Sultan HB X tanpa izin petugas.

"Saat ke sana, ada seorang ibu-ibu yang tengah terjatuh. Saat ditanya ngakunya naik ke podium sudah izin dari seseorang. Padahal di podium ada tulisan wisatawan dilarang naik ke podium. Wisatawan dari Bandung. Saat itu dia sendirian tapi (ke sini) sama rombongan," ujar Purakso.

Purakso menambahkan bahwa peristiwa itu beruntung tak merusak marmer yang dijadikan meja. Saat itu marmer jatuh ke ke kursi, sambung Purakso. Purakso menyebut jika jatuh ke lantai kemungkinan marmer itu akan pecah.

"Yang rusak meja. Penompang meja ada tiga, satu yang patah. Marmer jatuh ke kursi. Kalau ke keramik pasti sudah hancur. Kalau meja rusaknya kakinya patah, alas untuk kursi HB VIII njlemblong (amblas berlubang) podiumnya," ungkap Purakso.

Saat ini kursi peninggalan Sultan HB VIII ini sudah kembali ditata seperti semula. Hanya saja untuk meja yang rusak kaki penopangnya mesti diperbaiki di bengkel.

Baca juga:
Kunjungi Yogyakarta, Putri Mahkota Denmark Tinjau Puskesmas
Bertemu di Keraton, Putri Mahkota Denmark dan Putri Sultan HB X Bahas Masalah Remaja
Dapat Cerita dari Mertua, Putri Mahkota Kerajaan Denmark Bertamu ke Keraton DIY
Perubahan Nama Desa di Yogyakarta Tidak Pengaruhi Program Dana Desa
Nama Desa dan Kecamatan di Yogyakarta akan Dikembalikan ke Zaman Kesultanan

(mdk/ray)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.