Melihat Kecanggihan Robot Pengambil Sampah Organik Karya Pelajar Malang

Melihat Kecanggihan Robot Pengambil Sampah Organik Karya Pelajar Malang
Robot pengambil sampah buatan pelajar di Malang. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 24 November 2022 21:04 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Ajang Madrasah Robotic Competition (MRC) yang digelar di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mencuri perhatian, dengan lahirnya inovasi robot-robot canggih kreasi siswa madrasah di Indonesia.

Dalam ajang kompetisi robot bagi pelajar madrasah, sebanyak 180 robot beradu pintar di ajang yang mengambil tema "The Next Generation of Robots: Making Better Life".

Salah satu robot yang mencuri perhatian adalah Folium Bot, robot pembersih jalan raya. Robot ini merupakan karya dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Kaevlin Fadia Taqia (15) dan Givan Chiragia Rahman (15).

Robot ini diberi sebutan Autonomus Road Rubbish Sweeper Machine Based on Deep Learning, yang secara harfiah berarti Mesin Penyapu Sampah Jalanan Mandiri Berbasis Deep Learning.

Robot pengambil sampah organik, yang dalam lomba baru dibuat dalam bentuk platform ini. Pada prinsipnya robot ini bekerja layaknya truk sampah yang dapat memungut sendiri sampah organik yang terserak di jalanan dengan cara menyedotnya dengan vacuum.

2 dari 4 halaman

Menariknya, robot ini dapat mengenali jenis-jenis sampah. Selain itu mampu menganalisa tantangan yang dihadapi.

Kaevlin Fadia Taqia mengaku senang robotnya bisa tampil di ajang MRC 2022. Robot itu dikembangkannya berdua dengan Ghivan Chiragia Rahman di bawah bimbingan gurunya, Abuzar Alqhifari.

"Kami mengembangkannya selama dua bulan, sebelum tampil di sini," kata Kaevlin, Kamis (24/11).

Hal yang paling sulit, kata laki-laki kelahiran Pandeglang ini adalah belajar deep learning. Robot buatannya ini, menurutnya sangat applicable untuk menunjang peradaban manusia, khsusnya negara Indonesia yang menghadapi masalah sampah serius.

Sementara Ghivan mengatakan, mesin ini apabila diterapkan pada ukuran dan fungsi sesungguhnya, dapat menyelesaikan sebagian persoalan sampah organik dan mengubahnya menjadi kompos.

Ghivan menambahkan robot yang dibuatnya bukan hanya mainan. Dia dapat menjadi alternatif solusi bagi persoalan sampah di masa mendatang.

"Kami sebagai generasi muda merasa bertanggung jawab atas masalah lingkungan. Sehingga kami berinisiatif membuat inovasi yaitu Folium Bot," kata remaja kelahiran Jakarta ini.

3 dari 4 halaman

Sedangkan pembimbing projek ini, Abuzar Alqhifari memuji robotnya yang diklaim memiliki kecerdasan untuk memilah sampah organik. Sebagai peserta kompetisi robot madrasah, Folium Bot disebutnya memiliki spesifikasi istimewa.

"Ia sudah menggunakan teknologi deep learning, yang biasanya baru diajarkan di perguruan tinggi," kata Abuzar.

Salah satu komponen utama robot ini adalah Arduino Mega, sebuah sirkuit yang memberikan perintah pada motor untuk melakukan mobilitas. Selain itu tentu saja motor penggerak itu sendiri, yaitu motor omniwheel PG28. Dengan model roda banyak, robot ini dapat bergerak ke segala arah secara efektif tanpa harus memutar.

Untuk dapat mengenali objek, Folium Bot menginderanya dengan kamera dan sensor ultrasonik. Dengan dua indera itu ia dapat mendeteksi objek dan memutuskannya sebagai sampah organik atau bukan. Dengan alat itu ia juga dapat mengenali obyek yang bukan sasaran, dan akan berhenti atau menghindar apabila lajunya terhalang.

4 dari 4 halaman

Semua input data yang masuk diolah dalam memory, yang dalam hal ini masih diperankan oleh laptop. Laptop digunakan untuk mengolah data, termasuk mengenalkan obyek pada robot, agar ia tahu mana sampah dan mana yang bukan.

Untuk membuat pekerjaannya efektif, robot ini mengusung vacuum cleaner yang memiliki daya isap cukup. Bila ditaruh di jalanan, Folium Bot akan mulai berjalan mencari daun-daun kering, ranting dan obyek lain yang dapat ia bersihkan, lalu menyedotnya dengan vacuum.

Folium Bot akan terus mengulanginya hingga kapasitas kantong plastiknya penuh. Jika lambungnya sudah penuh ia akan berhenti. Peran manusia adalah melepas lambung sampah dan menggantinya dengan yang baru. Robot ini ditenagai baterai accumulator 12 Volt dan baterai Li-Pro yang dilengkapi travo step down sebagai penurun tegangan. (mdk/cob)

Baca juga:
Peneliti Harvard Kembangkan Robot untuk Pasien ALS dan MS, Seperti Apa?
Ilmuwan Jepang Kembangkan Robot Microfingers, Permudah Penelitian Serangga
Persaingan Robot Anjing Makin Memanas, Boston Dynamics Gugat Ghost Robotics
Ilmuwan Belanda Rancang Robot Elang untuk Cegah Burung Tabrak Pesawat
Siap Tantang Grand Master Internasional, Ini Keunikan Robot Catur Karya Udinus
CEK FAKTA: Hoaks Benda Ini Bukanlah Robot Militer Amerika Serikat

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini