Melihat Suasana Ramadan di Tenda Pengungsian Korban Bencana Pergerakan Tanah Lebak

PERISTIWA | 16 Mei 2019 16:19 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Puluhan warga korban bencana pergerakan tanah di Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga, Banten menjalankan ibadah puasa di tenda pengungsian. Tenda itu disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak.

Sekitar 44 Kepala Keluarga (KK) terpaksa memilih tinggal di pengungsian karena menghindari bencana longsor susulan. Bahaya longsor susulan menghantui puluhan warga karena curah hujan di daerah tersebut meningkat.

Ketua RT setempat, Ubay mengatakan ada 118 rumah terdampak dengan 44 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat, 22 rumah kerusakan ringan, termasuk musala dan 36 unit rumah roboh.

"Yang tinggal di pengungsian mereka yang merasa resah di rumah khawatir ambruk yang lain ada yang memilih mengungsi ke rumah saudaranya di desa lain," kata Ubay saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

BPBD Lebak menyediakan tiga tenda pengungsian di lokasi yang aman dan tak jauh dari kampung mereka. Pendirian tenda diantaranya tenda dapur umum untuk menjamin warga terdampak bencana mendapat makan gratis.

"Kalau bantuan seperti makanan mah sudah ada dari BPBD disediakan karena ada dapur umum juga," katanya.

Namun, menurut Ubay, hingga saat ini warga belum mendapat kepastian dari Pemerintah Lebak terkait keputusan relokasi dan ganti rugi rumah warga yang mengalami kerusakan dan ambruk akibat bencana alam tersebut.

"Kepastian itu (ganti rugi) yang dipertanyakan masyarakat, ganti rugi rumah rusak dari pemerintah. Sampai saat ini belum sedangkan semakin lama semakin banyak yang roboh," katanya.

Baca juga:
ESDM Tingkatkan Pengawasan Bencana Alam Jelang Lebaran 2019
Berangkat ke Swiss, JK akan Bagikan Pengalaman Indonesia Atasi Bencana
Pemerintah Ajukan Pinjaman Rp 4,25 Triliun ke ADB Pulihkan Sulteng Pasca Gempa
Terjang Mozambik, Topan Kenneth Tewaskan 38 Orang
BNPB Catat 1.586 Bencana Terjadi Sejak Januari Hingga April 2019

(mdk/ray)