Meliput di Balai Kota Tangsel, Jurnalis Lokal Diintimidasi Peserta Unjuk Rasa

PERISTIWA | 4 Desember 2019 23:31 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Jurnalis kembali mendapat perlakuan tak menyenangkan. Kali menimpa Eka Huda Rizki, dari media online lokal Tangerang Selatan saat meliput unjuk rasa organisasi masa Forum Betawi Rempug (FBR) yang dilakukan di Balai Kota Tangsel, di Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (3/12/2019) kemarin.

Saat itu, Eka yang baru saja meliput kegiatan di Balai Kota Tangsel, mendekati masa sambil mengarahkan kamera ponsel miliknya, untuk mengabadikan momen penggerudukan massa ormas ke Balaikota tersebut.

"Itu saya alami kemarin, awalnya saya lagi di masjid Pemkot, tiba-tiba ada puluhan anggota ormas FBR mendatangi pemkot Tangsel, saya dengan sejumlah wartawan lainnya langsung mendekat ke kerumunan mau meliput," ucap dia, Rabu (4/12/2019).

Eka yang kemudian berada pada posisi paling depan dari kerumunan ormas, kemudian mengarahkan kamera HP untuk memfoto situasi di Balaikota. Namun belum sempat mengambil gambar dengan kamera HP miliknya, Eka malah diteriaki oknum Ormas FBR.

"Saya berniat memfoto dengan HP, tapi kemudian ada yang teriak 'woi ngapain foto-foto' sambil deketin saya, padahal saya belum ambil foto mereka, saya juga dikejar beberapa anggota ormas FBR itu dan saya sudah bilang kalau saya dari media ingin meliput," katanya.

"Saya katakan berkali-kali belum ada foto yang terambil, tapi mereka tidak percaya, ya saya minta mereka periksa sendiri, tangan saya juga agak dipelintir waktu itu," terangnya.

Eka juga mengatakan bahwa sebelum dikerumuni beberapa anggota ormas FBR, ia dirangkul oleh dua anggota ormas FBR lainnya utuk diamankan dan dibawa menjauh dari puluhan anggota ormas tersebut.

"Saya di rangkul diamankan sama dua orang anggota ormas FBR lain dan di bawa ke masjid, saat dibawa ke masjid beberapa orang anggota ormas FBR masih mengejar saya dan tarik tangan saya sampai ada bekas luka cakar," imbuhnya.

Atas kejadian ini, Eka sudah melaporkan ke pihak kepolisian resor Tangerang Selatan agar bisa diusut hingga tuntas.

"Saya ditemani dari kantor membuat laporan Polisi, inginnya tidak ada lagi kejadian kasar dan intimidasi seperti ini kepada wartawan, ini agar menjadi pelajaran saya dan semua pihak," tukas dia.

Sementara itu, Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Didik Putro Kuncoro membenarkan ada laporan resmi dari saksi korban. Untuk itu, pihaknya berharap pekerja media di Tangsel, juga sama-sama mengawal kasus kekerasan tersebut.

"Kita akan transparan dalam melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan," katanya Rabu (4/12).

"Saya minta tolong kepada rekan-rekan untuk mengawal kasus ini. Kita sama-sama mengawal kasus ini, kita sama2 mengawal kasus ini," tegasnya.

Didik berharap kedepan dan seterusnya kemitraan polisi dengan jurnalis bisa terus terjalin.

"Besar harapan saya kepada rekan-rekan sekalian bisa mengerti tolong bantu kami juga," harapnya. (mdk/ded)

Baca juga:
PM Malta akan Mundur karena Kasus Pembunuhan Jurnalis
Liput Bentrok di Perbatasan, Jurnalis Palestina Tertembak Polisi Israel
Kronologi Pembunuhan Dua Wartawan dan Aktivis Lingkungan di Labuhanbatu Sumut
Gara-Gara Dendam, 2 Wartawan di Labuhanbatu Dibunuh
2 Wartawan Jadi Korban Saat Kerusuhan Penonton di Stadion Mandala Krida Yogya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.