Memaknai Idul Adha, Memotong Bibit Kebencian dan Radikalisme

PERISTIWA | 12 Agustus 2019 12:36 Reporter : Didi Syafirdi

Merdeka.com - Hari Raya Idul Ahda menjadi momentum untuk saling berbagi antar-manusia. Selain itu bisa juga menjadi perenungan bagi setiap umat untuk menghilangkan sifat-sifat jelek dalam diri.

"Hari Raya Kurban juga bisa dijadikan momentum untuk memotong bibit kebencian dan radikalisme, yang barangkali masih ada dalam diri kita masing-masing," kata
Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hamim Ilyas dalam keterangannya, Senin (12/8).

Menurutnya, hal ini penting karena sifat saling membenci, sifat egois, fanatik bahkan radikal jika masih ada sangat berbahaya. Sifat itu yang harus disembelih dan dibuang dalam diri manusia.

"Kita harus dapat berbagi tanpa mementingkan kepentingan diri sendiri atau merasa benar sendiri," tutur dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Menurutnya, aksi radikalisme berpangkal pada pemikiran. Dan pemikiran itu adanya di pengetahuan. Sehingga, lanjutnya, kalau radikalisme hanya 'dipotong' di sikapnya akan sulit.

"Ajarannya tidak direkonstruksi, tentunya akan tetap sulit untuk menghilangkan radikalisme itu," imbuhnya.

Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, dia mendorong, setiap orang menyumbangkan tradisi untuk memperkaya peradaban manusia. "Era sekarang ini memang harus ada kesediaan untuk hidup bersama, saling mengakomodir, kemudian memberi arti dengan memberi sumbangan dalam pengembangan," tandasnya.

(mdk/did)

TOPIK TERKAIT