Membaca Ekspresi Kemarahan Gibran hingga Tarik Masker Paspampres

Membaca Ekspresi Kemarahan Gibran hingga Tarik Masker Paspampres
gibran ngamuk marahi paspampres. ©2022 Merdeka.com/istimewa
NEWS | 13 Agustus 2022 12:14 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka marah besar setelah mengetahui kebenaran kabar aksi arogan anggota Paspampres yang memukul sopir truk di Simpang Girimulyo, Solo. Saat anggota Paspampres bernama Hari Misbah menyampaikan permintaan maaf di hadapan wartawan, Gibran tiba-tiba menarik masker yang digunakan Hari hingga terputus talinya dan jatuh ke lantai.

Tindakan Gibran tersebut menjadi sorotan berbagai pihak. Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra mengungkapkan, tindakan Gibran yang menarik masker Paspampres tersebut bisa dipersepsikan dari dua arah. Yang pertama dari arah netizen atau orang yang melihat. Menurutnya apa yang dilakukan Gibran tersebut sebagai tindakan kasar.

"Kalau dari netizen atau kita yang lihat itu bisa dipersepsikan sebagai tindakan yang kasar. Artinya tidak dipersepsikan seperti itu juga berarti adalah haknya masing-masing orang. Tapi bisa dipersepsikan, apalagi kita bicara tatanan Jawa istilahnya. Jadi Gibran mewakili tanda petik tidak bisa dibilang tidak, pasti terkait dengan figur bapaknya yang sangat nJawani," ujar Kardi saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (13/8).

"Jadi kalau saya bisa dibilang bahwa, kok orang Jawa gitu sih. Walaupun salah tapi ya enggak harus kasar," imbuhnya.

Kirdi mengatakan tindakan kasar Paspampres terhadap sopir truk tidak seharusnya dibalas dengan perlakuan kasar Gibran saat pelaku sedang meminta maaf di hadapan media.

"Paspampres ini kan kasar sama sopir, tapi dia sendiri kasar. Nilai apa yang mau di-show, value apa yang mau ditunjukkan jadinya," katanya.

2 dari 4 halaman

Yang kedua, dikatakan Kirdi, persepsi dari sudut pandang anggota Paspampres Hari Misbah. Menurut dia, anggota Paspampres yang sudah dipersalahkan karena kekasarannya tersebut menunjukkan muka yang semakin malu ketika Gibran menarik masker yang dikenakan.

"Pertanyaannya ketika dia minta maaf walaupun ada ekspresi malu di mukanya, dia enggak enak gitu, itu karena dia menyadari sudah melakukan kesalahan atau dia malu karena diperlakukan gitu sama Gibran? Jadinya rancu kan," tandasnya.

Dari sudut pandang lain, dari perkataan Gibran yang tidak terima melihat warganya diperlakukan kasar, Kirdi menyampaikan analisanya. Bahwa membela rakyat tidak harus dengan mengorbankan hak rakyat yang lain. Dalam hal ini rakyat dari pimpinan anggota Paspampres.

"Kata-kata Gibran yang 'saya membela rakyat saya'. Ya membela rakyat kan tidak harus kemudian mengorbankan hak rakyat lain. Dalam hal ini rakyat dari komandannya si Paspampres," tandasnya.

Kirdi tidak bisa memastikan apakah sikap Gibran benar-benar menunjukkan kekesalan. Apalagi saat kejadian Gibran mengenakan masker. Sehingga sikap kesal tersebut masih merupakan opini dan persepsi masyarakat.

"Kalau dari ekspresi wajah saya enggak bisa baca. Selain pakai masker, posisi kameranya juga terlalu jauh. Tapi dari kata-katanya, istilahnya, getaran kata-katanya, caranya ngomong, keketusannya, itu buat saya, ini terlalu terburu-buru diucapkan, kayak anak kecil jadinya," tuturnya.

3 dari 4 halaman

'Nah grasa-grusu itu paling tepat. Kalau orang grasa-grusu, kemungkinan besar kecenderungannya dia masih emosional," sambung dia.

Kirdi meyakini dalam hitungan menit, jam, hari, bulan atau beberapa tahun kemudian, Gibran akan menyesalinya. "Jadi kalau ditanya, 'apakah ini emosi', emosi," katanya.

Faktor usia, dikatakan Kirdi, tidak bisa lepas dari sikap emosional Gibran terhadap anggota Paspampres. Siapapun orangnya, ia yakin seusia Gibran akan mengalami hal yang sama jika berada di posisi seperti itu.

"Kalau netizen bilang, harusnya gini, coba istilahnya situ ditaruh di posisi Gibran, kalau bisa lebih baik, hebat. Istilahnya gitu lho," katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Gibran naik pitam saat Hari menyampaikan permintaan maaf di hadapan wartawan, dia tiba-tiba menyerobot masker yang digunakan Hari hingga terputus talinya dan jatuh ke lantai.

Setelahnya, Gibran kemudian berdiri di belakang Hari dengan kedua tangan bersedekap di dada. Raut muka Gibran terlihat marah memandangi Hari yang sedang memberi keterangan pers.

4 dari 4 halaman

Hari kemudian menyampaikan permintaan maaf kepada korban, keluarga dan masyarakat Solo. Ia mengaku khilaf sehingga bertindak arogan melakukan pemukulan terhadap sopir truk yang berserempetan dengan mobil yang ditumpanginya.

"Saya salah, saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya minta maaf kepada bapak yang saya pukul dan keluarganya. Karena perbuatan saya, mungkin menyakiti hati dan keluarganya," ujarnya.

Gibran menilai permintaan maaf tersebut belum cukup dan belum menyelesaikan permasalahan. Apalagi permintaan maaf disampaikan setelah beberapa hari peristiwa terjadi dan viral di media sosial.

"Bagi saya belum cukup. Mereka minta maaf kan karena beritanya viral. Kalau enggak viral mereka enggak mungkin minta maaf," katanya.

"Saya enggak terima warga saya digituin, dia enggak salah kok. Paspampresnya juga tidak dalam posisi mengawal siapa-siapa," ujar dia.

Selain marah, Gibran juga merasa malu, karena kejadian tersebut tak jauh dari rumahnya maupun ayahnya Presiden Jokowi. Jika dihitung jarak antara Simpang Girimulyo hingga kediaman Gibran maupun Jokowi hanya sekitar 1,5 kilometer. Hampir setiap hari dia selalu melintas kawasan tersebut untuk sampai ke balai kota.

"Jelas banget kejadiane, kadar banget. Kejadiannya juga di dekat rumah saya, bayangno aku isin banget," pungkas dia. (mdk/cob)

Baca juga:
Potret Kemarahan Gibran saat Warganya Dipukul Paspampres
Kemarahan Gibran Dengar Warga Solo Dipukul, Tarik Masker Paspampres hingga Putus
Gibran Marah Besar Ada Paspampres Pukul Warga Solo: Itu Urusanku!
Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk di Solo Berujung Minta Maaf
Lantik Pejabat Baru, Gibran Ingatkan Tak Salahgunakan Wewenang
Potret Kocak Personel Dream Theater Pegang Keris Pemberian Wali Kota Gibran

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini