Membangun Kota Lewat Musik di Ambon

PERISTIWA | 20 November 2019 18:27 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menetapkan Ambon sebagai salah satu Kota Musik Dunia. Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy menyambut positif penetapan yang dilakukan pada 31 Oktober 2019 itu.

Richard mengungkapkan, musik di Kota Ambon bukan lagi hanya sebagai hobi. Tetapi menjadi salah satu mata pencaharian. Oleh karenanya, Pemkot Ambon mengarahkan potensi ini sebagai salah satu ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan. Terlebih setelah Kota Ambon mendapat pengakuan dari UNESCO.

"Banyak cara kita untuk membangun sebuah kota, tetapi Ambon itu memilih membangun kota melalui musik," ujar Richard saat berbincang dengan merdeka.com di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (20/11).

"Musik kita diarahkan menjadi sebuah potensi ekonomi kreatif yang menyejahterakan rakyat dan masyarakat kota. Kenapa? Karena hampir 90 masyarakat di Ambon itu pelaku maupun penikmat musik berkontribusi besar dalam kesejahteraan masyarakat. Dan dari aspek itu akan diusahakan untuk betul-betul bisa menciptakan sebuah peluang kesejahteraan.

Lanjut dia, musik di Kota Ambon juga telah menjadi salah satu bagian yang mereka laksanakan dari 17 program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Kita lagi berusaha (SDGs) di seluruh sektor. Salah satu yang mana kemarin baru kita dapatkan itu adalah musik, musik sebagai salah satu indikator penciptaan ekonomi bagi potensi ekonomi kreatif yang mendapat pengakuan dari UNESCO secara internasional. Itu sejalan dengan SDGs," tuntasnya.

(mdk/hrs)

TOPIK TERKAIT